Dok. Presiden Filipina, Duterte, Foto: Facebook/@PresidentRodyDuterteDU30

Sejak Jadi Presiden Filipina, Duterte Pecat 2.000 Perwira Polisi Korup

Estimasi Baca:
Selasa, 7 Ags 2018 09:05:47 WIB

Kriminologi.id - Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah memecat total 2.181 perwira polisi korup. Langkah tegas itu dilakukannya sejak menjadi presiden pada Juni 2018.

"PNP (Kepolisian Nasional Filipina) akan selalu tegas dalam membersihkan jajarannya," kata juru bicara kepresidenan Harry Roque, di Filipina, Senin, 6 Agustus 2018.

Sebanyak 2.181 polisi yang dibebastugaskan dari dinas kepolisian itu, ia menambahkan, terjadi dalam rentang Juli 2016 hingga Juli 2018.

Jumlah itu termasuk 1.828 personel yang melakukan pelanggaran berat serta 353 lainnya yang terlibat dalam perdagangan obat-obatan terlarang.

"(Jumlah) ini merupakan bagian dari 6.401 perwira kepolisian, yang kasus administratifnya sudah diselesaikan terkait berbagai pelanggaran. Termasuk keterlibatan dalam kejahatan, kesalahan berat, kelalaian tugas, pelanggaran serius, penyelewangan jabatan, ketidakjujuran dan korupsi," ujar Harry Roque.

Ia mengatakan, pemerintahan Duterte bertekad untuk terus menegakkan disiplin di tubuh kepolisian.

Ketika mulai menjalankan jabatan pada Juni 2016, Duterte menyatakan tekad untuk mereformasi kepolisian Filipina yang beranggotakan 190 ribu personel, membersihkan korupsi serta menumpas kejahatan.

Berbagai laporan menyangkut keterkaitan polisi dengan kasus penculikan, perdagangan narkoba, perampokan, penyiksaan dan kejahatan-kejahatan lainnya terus merongrong kepolisian.

Keadaan itu mengacaukan kampanye pemerintahan Duterte untuk menumpas perdagangan narkoba dan kejahatan.

Duterte telah berkali-kali memperingatkan para polisi untuk bekerja secara profesional dan tidak terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang dapat merusak citra dan kredibilitas kepolisian.

Pada 1 Agustus, Duterte sekali lagi memperingatkan ia akan mengakhiri polisi-polisi yang terlibat dalam kejahatan.

"Ini janji saya pada kalian, termasuk para personel berseragam. Jangan terlibat narkoba atau menjadi pembunuh bayaran, karena saya akan membuat kalian menjadi proyek saya," kata Duterte.

Pernyataan itu ia sampaikan saat berpidato pada perayaan ke-68 tahun pembentukan Dewan Keamanan Nasional dan ke-69 tahun Badan Koordinasi Intelijen Nasional di Pasay City.

"Kalian bisa jamin bahwa akan ada proyek untuk kalian dan benar-benar (proyek) itu untuk membebaskan atau mengakhiri kalian. Kalau saya tidak melakukan itu, tidak akan ada yang berjalan di negara kita pada saat ini sementara kita dibombardir dengan narkoba, tampaknya tidak ada seorang pun yang mematuhi hukum," ujar Duterte menegaskan.

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500