Rilisi kasus senjata ilegal di Polda Jabar. Foto: Arief Pratama/Kriminologi.id

Senpi Rakitan Cipacing, Jenis Pensil Dimodifikasi Jadi Revolver

Estimasi Baca:
Rabu, 14 Mar 2018 13:00:10 WIB

Kriminologi.id - Kepolisian Daerah Jawa Barat mengungkap sindikat penjualan senjata api rakitan ilegal secara online di media sosial. Senpi rakiitan ilegal buatan Cipacing, Sumedang, Jawa Barat ini memodifikasi jenis pulpen menjadi revolver dengan kaliber 22 milimeter.

Cipacing ini memang sudah dikenal sebagai sentra pembuatan senapan angin di Sumedang, Jawa Barat.

Dalam pengungkapan tersebut, sebanyak 14 pucuk senpi rakitan serta 350 butir peluru kaliber 22 milimeter disita polisi.

Menurut Direskrimum, Kombes Pol Umar Surya Fana, mengatakan komplotan ini mengubah senpi jenis airsoft gun menjadi revolver.  Airsoft gun dimodifikasi pada bagian sarang peluru sehingga menjadi revolver yang menggunakan kaliber 22 milimeter. 

Baca: Jual Senpi di Tokopedia dan Bukalapak, Pelaku Gunakan Kode "Aqua"

senpi ilegal

Airsoft gun biasanya menggunakan peluru standar seperti kaliber 5,6 atau 9 milimeter. 

"Jadi mereka menggunakan kaliber 22 dimasukan ke kondom selongsong yang disiapkan oleh penjual senpi agar penggunaan peluru bisa masuk. Hal ini dilakukan untuk menghindari penggunaan peluru standar seperti kaliber 5,6 atau kaliber 9 milimeter," ujar Umar di Mapolda Jawa Barat, Rabu, 14 Maret 2018.

Saat ditanya dari mana sindikat perakit senpi ilegal ini mendapatkan peluru kaliber 22, Umar menduga pengrajin senpi ilegal ini mendapatkan peluru dari pasar gelap. Kaliber 22 milimeter ini, kata Umar, sudah  tidak lagi dipakai oleh Tentara Nasional Indonesia sebagai amunisi. 

"Kami duga para penjual ini dapat dari pasar gelap di Filipina," kata Umar. 

Baca: Sekali Transaksi, Satu Senpi Ilegal Cipacing Dibanderol Rp 9-20 Juta

Penggunaan peluru kaliber 22 sendiri, selain untuk senjata jenis mini seperti pen gun atau pistol pelatuk kecil, juga bisa digunakan pistol jenis revolver, bareta dan Makarov Rusia. 

Umar mengatakan pelaku menjual senpi ilegal tersebut ke sejumlah daerah di Indonesia mulai dari Aceh, Lampung, NTB, Kalimantan, dan sejumlah provinsi lainnya. Senpi rakitan tersebut dijual dengan harga mulai Rp 6 juta hingga Rp 25 juta per pucuk.

Dalam kasus ini polisi menahan empat pelaku yang berperan sebagai perantara pembeli dengan pembuat senjata api. Pengungkapan kasus ini dilakukan oleh jajaran Direktorat Reskrimum Polda Jawa Barat pada 1 Maret 2018 lalu setelah menerima informasi dari Polda Gorontalo.

Hasil pengungkapan ini, kepolisian menyita sebanyak 14 pucuk senpi rakitan yang sudah dimodifikasi beserta 350 butir amunisi dari berbagai kaliber sebagai barang bukti. MG

Reporter: Arief Pratama
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500