Israel menghancurkan gedung yayasan seni dan budaya Said Al-Mashal di Gaza, Palestina (9/8/2018). Foto: Anadolu Agency

Serang 150 Titik di Gaza, Israel Tewaskan Ibu Hamil dan Putrinya

Estimasi Baca:
Jumat, 10 Ags 2018 09:20:33 WIB

Kriminologi.id - Lebih dari 150 titik di Gaza, Palestina, menjadi sasaran serangan udara militer Israel sejak Rabu malam, 8 Agustus 2018. Sementara pejuang di Gaza telah meluncurkan 180 roket ke wilayah Israel. Seorang wanita hamil dan putrinya yang berusia satu tahun, tewas.

Dalam pernyataan tertulis militer Israel mengatakan, dari 180 roket yang diluncurkan dari Gaza, 30 roket telah dihadang oleh sistem pertahanan udara atau yang kerap disebut Iron Dome. Tembakan roket lainnya jatuh ke ladang kosong di wilayah Israel.

Tentara Israel sebelumnya telah melancarkan tiga gelombang serangan sejak kemarin malam ke wilayah Gaza.

"Pada pagi hari ini, pesawat tempur Israel menghantam lebih dari 20 sasaran militer kamp pelatihan Hamas," ungkap pernyataan militer Israel tersebut seperti dalam laporan Anadolu Agency, Jumat, 10 Agustus 2018.

Israel menyerang pusat logistik pelatihan pasukan angkatan laut Hamas serta titik-titik militer Hamas di daerah Khan Yunus, selatan Jalur Gaza. Menurut seorang pejabat senior militer Israel, ketegangan meningkat setelah Israel menyerang beberapa titik di Jalur Gaza.

Dilansir dari BBC, akibat serangan itu tiga orang Palestina dilaporkan tewas di Gaza. Para pejabat kesehatan Gaza mengatakan seorang wanita hamil dan putrinya yang berusia satu tahun, tewas di daerah Jaafari. Sementara seorang militan Hamas juga tewas.

Sementara lima warga sipil Israel dilaporkan terluka dan puluhan lainnya dirawat karena terkejut.

Kepada harian Israel, Yedioth Ahronoth, pejabat militer senior yang tak ingin disebutkan namanya menyatakan, perkembangan terakhir yang terjadi di Gaza telah menyeret peperangan Israel dengan Gaza.

Pejabat militer Israel itu mengungkapkan bahwa Hamas telah bertindak untuk mendekatkan perang. Militer Israel akan mengirim lebih banyak pasukannya ke wilayah Gaza jika operasi militer yang besar diperlukan. AS

Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500