Dok. Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Foto: @nicolasmaduro/Instagram

Serangan Drone Presiden Maduro, ANC Tuduh Ulah Kekuatan Imperalis

Estimasi Baca:
Senin, 6 Ags 2018 09:55:39 WIB

Kriminologi.id - Kongres Nasional Afrika (ANC), menuduh "pasukan imperialis dan antek perubahan rezim" berusaha membunuh Presiden Venezuela Nicolas Madura. Partai berkuasa di Afrika Selatan itu juga menyebut kekuatan imperialis tak ingin menghormati kemerdekaan rakyat Venezuela.

"Jelas bahwa antek perubahan rezim dan kekuatan imperialis tak ingin menerima baik atau menghormati kemerdekaan rakyat Venezuela dan pemerintah mereka, yang dipilih secara demokratis," kata ANC di dalam satu pernyataan yang dikirim melalui surel kepada Xinhua, dikutip dari Antara, Senin, 6 Agustus 2018.

Menurut Pule Mabe, juru bicara nasional ANC, antek imperialis berusaha memutar-balikkan tindakan yang diumumkan belum lama ini bagi pemulihan ekonomi bagi rakyat Venezuela.

"Kami prihatin bahwa ini bukan serangan pertama di Venezuela," Mabe.

Ia menambahkan perbuatan barbar tersebut tak mempunyai tempat di dunia yang demokratis dan mencintai perdamaian.

ANC mendesak Pemerintah Venezuela agar membongkar dasar serangan itu dan melakukan apa saja untuk menangkap pelaku momok tersebut, kata Mabe. Afrika Selatan telah mempertahankan hubungan baik dengan Venezuel.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro menjadi target sebuah serangan pesawat tanpa awak atau drone dengan bahan peledak saat berpidato pada hari Sabtu, 4 Agustus 2018.

Maduro tidak terluka setelah ledakan terjadi ketika dia memberikan pidato di ibukota Caracas. Serangan itu melukai tujuh tentara.

Dua ledakan dilaporkan terjadi pada perangkat udara tersebut di luar podium presiden saat Maduro menyampaikan pidato utama pada peringatan ke-81 Pengawal Nasional Bolivaria. AS

Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500