Suasa kondisi bangunan akibat gempa di Lombok NTB. Foto Twitter @Sutopo_PN

Tertimbun Reruntuhan Toko, Evakuasi Korban Gempa Berlangsung 8 Jam

Estimasi Baca:
Rabu, 8 Ags 2018 15:25:17 WIB

Kriminologi.id - Proses evakuasi terhadap satu jenazah korban gempa di Lombok Utara memakan waktu 8 jam. Korban tertimbun reruntuhan bangunan rumah yang juga toko kelontong di pinggir Jalan Raya Tanjung Lombok Utara, Rabu, 8 Agustus 2018. Proses evakuasi menggunakan bantuan ekskavator.

Menurut warga sekitar, korban belum bisa dikenali sebagai pemilik rumah. Pasalnya rumah yang rubuh tersebut merupakan bangunan untuk toko kelontong.

Salah seorang warga setempat yang bernama Agus menjelaskan proses evakuasi berlangsung selama sekitar delapan jam.

Menurut warga lainnya, korban belum bisa dikenali sebagai pemilik rumah, sebab rumah yang rubuh tersebut merupakan bangunan untuk toko kelontong.

Warga menduga korban datang untuk membeli keperluan rumah tangga dan kemudian tertimpa reruntuhan bangunan saat terjadi gempa pada Minggu, 5 Agustus 2018. Saat gempa terjadi toko tersebut dalam keadaan ramai pembeli.

Sementara Dewa, salah satu anggota Basarnas belum bisa menyebutkan identitas korban itu.

"Identitas belum bisa dipastikan, jenazah akan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk diidentifikasi dulu," kata Dewa.

Sebelumnya diberitakan, jumlah korban meninggal dunia akibat  gempa bumi menurut Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH Muhammad Zainul Majdi mencapai 226 hingga Rabu, 8 Agustus 2018, siang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, data yang dikumpulkan Tim SAR gabungan menyebutkan, jumlah korban tewas mencapai 131 orang. Selain korban meninggal dunia, terdapat 1.477 luka berat dan 156.003 orang mengungsi.

Gempa bumi berkekuatan 7 SR mengguncang Lombok, Minggu, 5 Agustus 2018, sekitar pukul 18.46 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini potensi tsunami dan mencabut status itu pukul 20.25 WIB. AS

Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500