Suasana Evakuasi Seribu Wisatawan Usai Gempa Lombok. Foto: Sutopo_pn/Twitter

Tim SAR Evakuasi Satu Wisatawan Meninggal ke Pelabuhan Bangsal

Estimasi Baca:
Senin, 6 Ags 2018 15:50:42 WIB

Kriminologi.id - Tim SAR gabungan mengerahkan lima unit kapal untuk mengevakuasi wisatawan dari Gili Air, Meno, dan Trawangan (Gili Matra) di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, yang terdampak gempa bumi. Satu wisatawan yang berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Bangsal, Kabupaten Lombok Utara, dalam kondisi meninggal dunia.

Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, I Gusti Lanang Wisnuwandana mengatakan, jumlah turis asing dan WNI yang ingin dievakuasi ke Pelabuhan Bangsal pascagempa diperkirakan sebanyak 2.000 orang.

"Tim SAR gabungan sudah bergerak ke Gili Matra sejak Minggu, 5 Agustus 2018, malam, namun proses evakuasi bisa dilakukan pada siang hari," kata Lanang di Mataram, Senin, 6 Agustus 2018. 

Lanang menyebutkan kapal yang dikerahkan adalah Rubber Boat (RB) 220 milik Badan SAR Nasional, kapal milik KPLP, KM Eka Jaya 25, dan KM Eka Jaya 26, serta super scott boat. Tim SAR gabungan berasal dari unsur Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polisi Air Polda NTB, dan potensi SAR.

Menurut Lanang, hingga pukul 14.00 WITA jumlah wisatawan yang berhasil dievakuasi sebanyak 758 orang, baik wisatawan asing maupun nusantara.

Satu di antara wisatawan yang berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Bangsal, Kabupaten Lombok Utara, dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan ratusan lainnya luka-luka.

Dari lima kapal tersebut, kapal RB 220 sudah mengevakuasi sebanyak 142 turis asing dan 86 wisatawan lokal termasuk yang meninggal dunia. Sementara kapal milik KPLP sudah mengevakuasi 6 orang turis asing dan 64 warga negara Indonesia (WNI). Sedangkan super scott boat mengevakuasi 60 orang WNI.

"Kalau KM Eka Jaya 25, dan KM Eka Jaya 26 masing-masing sudah mengevakuasi 200 orang," ujarnya.

Proses evakuasi masih terus berlangsung karena jumlah turis asing dan WNI yang ingin dievakuasi ke Pelabuhan Bangsal pascagempa bumi diperkirakan sebanyak 2.000 orang.

Gempa bumi berkekuatan 7,0 pada Skala Richter, mengguncang Pulau Lombok, dan Sumbawa, pada Minggu, 5 Agustus 2018, sekitar pukul 19.46 WITA. Pusat gempa terletak pada 8.37 lintang selatan, 116.48 bujur timur Kabupaten Lombok Utara dengan kedalaman 15 kilometer.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa bumi telah berakhir pukul 21.25 WITA. AS

Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500