Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Pegunungan Kabupaten Puncak, Papua (19/04/2018). Foto: Antaranews

TNI-Polri Gagalkan Latihan Militer Kelompok Separatis di Papua

Estimasi Baca:
Jumat, 31 Ags 2018 19:00:51 WIB

Kriminologi.id - Aparat gabungan TNI dan Polri menggagalkan latihan militer yang dilakukan kelompok separatis di Kabupaten Jayawijaya, Papua yang melibatkan 240 warga.

Selain itu, aparat gabungan juga menghentikan pertemuan tertutup komando tertinggi kelompok tersebut yang melakukan pelantikan Recuit Markas Kordap XI Yali di Kampung Alibarek, Distrik Abenaho, Kabupaten Yalimo.

"Selain tiga orang pimpinan yang kita amankan, 240 personel yang telah diambil keterangan. Pelatihan militer ini juga akan dilakukan di wilayah Yahukimo dan Pegunungan Bintang sehingga ini menjadi proyek percontohan yang dilakukan dahulu sebelum berpindah ke daerah lain," kata Kapolres Jayawijaya AKBP Yan Pieter Reba di Wamena, Jumat, 31 Agustus 2018.

Ia mengatakan, dari tindakan penggagalan itu, polisi mengamankan satu bendera bintang kejora berukuran besar, dua cap, dua laptop, satu kamera, dokumen, pisau dan sejumlah seragam loreng yang digunakan untuk latihan militer.

"Sesungguhnya TNI/Polri tidak mencari masalah namun karena kewajiban untuk melindungi masyarakat yang merasa resah dengan tindakan yang dilakukan kelompok ini," katanya.

Saat penindakan di lapangan, tidak ada perlawanan berarti yang diberikan dari kelompok tersebut dan polisi yakin dengan penangkapan itu stabilitas keamanan di Yalimo tidak terganggu.

"Jangan lagi ada yang mempolitisir masalah ini jika TNI/ Polri arogansi. Kami melakukan tugas melindungi dan melayani masyarakat, menjaga keamanan. Saya yakin 240 warga yang direkrut juga dipaksa untuk ikut latihan militer," katanya.

Terpisah, Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Lukas Sadipun mengatakan TNI menyampaikan terimakasih kepada masyarakat yang telah melapor aktivitas latihan militer itu.

Menurut dia, masyarakat melapor sebab mereka sudah merasakan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah.

"Masyarakat melihat kegiatan seperti ini memberikan dampak yang tidak baik bagi generasi muda sehingga mereka lapor. Kami akui latihan yang dilakukan sudah seminggu dan kami tidak tahu kalau tidak ada masyarakat yang melapor," katanya.

Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500