Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Foto: @nicolasmaduro/Instagram

Tokoh Oposisi Venezuela Klaim Bantu Atur Serangan Presiden Maduro

Estimasi Baca:
Rabu, 8 Ags 2018 09:50:57 WIB

Kriminologi.id - Salvatore Lucchese, seorang aktivis yang juga mantan kepala polisi kota praja mengaku membantu mengatur operasi dalam upaya pembunuhan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Lucchese mengaku mengatur serangan bersama militan anti-Maduro.

Lucchese merupakan seorang aktivis yang sebelumnya ditahan karena perannya dalam berbagai aksi unjuk rasa. Dia mengaku mengatur serangan bersama kelompok dengan sebutan “Perlawanan”.

Kelompok tersebut merupakan kumpulan para aktivis jalanan, mahasiswa dan mantan perwira militer. Kelompok itu dikenal karena menyelenggarakan protes-protes dalam beberapa tahun terakhir. Unjuk-unjuk rasa yang diadakannya telah bentrok dengan polisi dan tentara.

Lucchese menyatakan insiden tersebut sebagai bagian dari upaya melalui senjata terhadap Maduro. Namun dia menolak membuka perannya dalam operasi tersebut. Dia menyebut dia perlu melindungi identitas mereka yang mengatur serangan.

"Kami punya tujuan dan saat ini kami belum dapat mewujudkannya 100 persen," kata Lucchese dalam wawancara di Bogota.

Terkait pernyataan itu, Kementerian Informasi Venezuela tidak menjawab permintaan untuk komentar.

Lucchese memisahkan diri dengan Popular Will, sebuah partai oposisi terkenal pada 2018. Dia menyatakan tidak setuju dengan upaya dialognya yang dilakukan bersama pemerintahan Maduro.

Lucchese mengecam pemerintah dikecam yang dinilai otoriter, pelanggaran HAM dan kebijakan-kebijakan ekonomi yang mengarah ke resesi dan kurang gizi di seantero negara yang pernah sejahtera itu.

Sebelumnya, pihak berwenang Venezuela mengidentifikasi para tersangka penyerangan terhadap Presiden Maduro. Pihak berwenang menyatakan telah menangkap enam tersangka pada hari peristiwa itu terjadi.

Dua orang yang mengoperasikan salah satu "drone" tersebut dari dalam mobil "ditangkap di lokasi". Pemerintah juga mengidentifikasi pelaku lain yang telah mengumpulkan bahan peledak.

Pemerintah Venezuela menuduh negara tetangganya, Kolombia, atas upaya pembunuhan tersebut. Anggota Dinas Intellijen Nasional Bolivaria (SEBIN) dilaporkan telah menggeledah hotel terkenal di Karakas. AS

Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500