Dok. Aplikasi Telegram Foto: unsplash.com

Tolak Serahkan Data Pengguna, Rusia Resmi Blokir Telegram

Estimasi Baca:
Senin, 16 Apr 2018 17:45:03 WIB

Kriminologi.id - Otoritas Rusia hari ini resmi memblokir akses layanan pesan Telegram. Badan pengawas telekomunikasi Rusia, Roskomnadzor, menyatakan telah mengirimkan pemberitahuan kepada para operator telekomunikasi di negara itu untuk memblokir layanan pesan online tersebut. 

Kantor berita Interfax, mengutip seorang pejabat Roskomnadzor, memberitakan membutuhkan beberapa jam untuk menuntaskan operasi memblokir akses Telegram, seperti dikutip Reuters, Senin, 16 April 2018.

Pengadilan Rusia melarang penggunaan aplikasi pengirim pesan Telegram. Pelarangan itu dilakukan setelah adanya perintah pelarangan dari pengadilan Rusia, Jumat, 13 April 2018. Putusan pengadilan itu keluar setelah lembaga pengawas komunikasi mengajukan gugatan untuk membatasi akses Telegram karena menolak menyerahkan data pengguna kepada badan keamanan negara Rusia.

Aplikasi Telegram menyediakan layanan komunikasi melalui pesan tersandi yang tidak bisa dibaca pihak ketiga, termasuk petugas pemerintahan.

Pavel Duvrov, pendiri Telegram, menegaskan perusahaannya tidak akan menyerahkan data penyandiannya kepada Rusia karena mereka bertekad tidak membagi data rahasia pengguna kepada siapa pun.

Aplikasi Telegram di Rusia menjadi aplikasi yang semakin banyak digunakan, baik melalui komputer ataupun telepone pintar. Para penggunanya tak hanya masyarakat biasa tetapi juga oleh pejabat pemerintahan.

Sejumlah pejabat pemerintahan yang menggunakan aplikasi yang sama untuk berkomunikasi dengan media. Pengguna Telegram di Rusia secara aktif menggunakan jaringan virtual rahasia (VPN) dan sejumlah teknologi lainnya, yang membuat mereka bisa mengakses pemblokiran oleh otoritas Rusia.

Telegram menjadi jaringan kedua dunia, setelah LinkedIn yang dilarang Rusia. LinkedIn diblokir pada 2016 saat pengadilan di sana menyatakan bahwa mereka melanggar undang-undang yang mensyaratkan semua perusahaan untuk menyimpan data warga Rusia di dalam negeri.

KOMENTAR
500/500