Ilustrasi pajak. Ilustrasi: Kriminologi.id

Bea Cukai Inggris Bayar Informan Rp 6,4 M Cari Data Pengemplang Pajak

Estimasi Baca:
Rabu, 29 Ags 2018 07:35:05 WIB

Kriminologi.id - Reynolds Porter Chamberlain atau RPC menyebutkan Badan Pendapatan dan Bea Cukai Inggris atau HM Revenue and Customs telah menggelontorkan dana senilai 343 ribu Poundsterling selama 2017 untuk membayar informan yang akan menyediakan data para pengemplang pajak.

RPC merupakan firma hukum bagi perusahaan dan asuransi yang memiliki kantor pusat di London, Inggris. Beberapa kantor cabang firma hukum ini ada di Bristol, Singapura, dan Hong Kong.

RPC pada dasarnya mendukung upaya penindakan terhadap pengemplang pajak. 

Dana kompensasi bagi informan yang dapat memberikan data pengemplang pajak bisa mendorong karyawan atau mantan karyawan yang kecewa kepada atasannya atau pun kepada perusahaannya untuk mengambil data dan membocorkannya pada Badan Pendapatan dan Bea Cukai Inggris.

“Membayar informan untuk informasi intelijen penggelapan pajak dikhawatirkan akan memunculkan anggapan legitimasi terhadap pencurian data dan pelanggaran etika,” kata Adam Craggs, yang menjadi rekanan RPC perihal pajak menyatakan, seperti dilansir dari accountancydaily.co, Senin, 28 Agustus 2018.

Selain itu, ada potensi informan memberikan informasi yang salah dan menyesatkan untuk mendapatkan uang kompensasi yang begitu besar. Ini justru akan membuang waktu dan sumber daya Badan Pendapatan dan Bea Cukai Inggris untuk menyelidiki hal-hal yang tidak perlu.

RPC juga mengatakan, Badan Pendapatan dan Bea Cukai Inggris sepertinya bersedia menggunakan informasi apa pun yang mereka terima terlepas dari asal informasi tersebut seperti informasi yang dicuri dari HSBC Suisse.

KOMENTAR
500/500