Ilustrasi Bea Cukai amankan roko ilegal. Foto: Pixabay

Bea Cukai Tangkap Salesman Rokok Ilegal di Madiun, Incar Warung Kecil

Estimasi Baca:
Kamis, 30 Ags 2018 08:05:18 WIB

Kriminologi.id - Salesman atau penjual rokok ilegal tanpa cukai merambah wilayah pedasaan. Warung kecil di desa  menjadi incaran karena minim pemantauan, kata Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Madiun, Gatot Priyo Waspodo. 

“Sejak lama peredaran rokok ilegal tanpa pita cukai menyasar daerah pinggiran seperti pedesaan. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan ada juga yang masuk daerah perkotaan,” kata Gatot Priyo di Madiun, Jawa Timur.

Selama diedarkan di desa, kata Gatot, pemasok menjadikan warung-warung kelontong kecil sebagai tempat untuk menjual rokok ilegal kepada masyarakat. Terutama warung-warung yang ada di desa yang terletak di perbatasan Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah.

“Modusnya, ada yang menitipkan barang terlebih dahulu, baru membayar setelah laku. Dengan demikian, banyak pedagang yang bersedia dititipi,” ujarnya.

Seperti kasus peredaran rokok ilegal yang diungkap Petugas Unit Intelijen Bea Cukai Madiun, yang mengamankan Sarjoko (49), warga Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, karena diduga kuat menawarkan, menyerahkan, menjual atau menyediakan untuk dijual rokok tanpa pita cukai.

“Yang bersangkutan ditangkap saat sedang melakukan transaksi di salah satu toko pengecer di wilayah Desa Kauman, Kecamatan Widodaren, Ngawi,” ujar Gatot.

Dari tangan pelaku, Gatot mengatakan, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, sebanyak 988 bungkus rokok ilegal atau sebanyak 19.760 batang rokok yang tidak dilengkapi dengan pita cukai.

Hasil penyelidikan petugas mengungkap daerah yang disasar para pemasok rokok ilegal adalah wilayah Ngawi barat yang berbatasan dengan Jawa Tengah. Di antaranya daerah Walikukun, Gendingan, Sidolaju, Kauman, Karanganyar, dan Mantingan. Praktik itu dilakoninya sejak November 2017.

"Selain itu, juga menyasar daerah perbatasan Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah sebelah selatan, seperti di Kabupaten Pacitan," kata Gatot Priyo.

Adapun rokok-rokok ilegal yang dijualnya tersebut didapat dari seorang distributor di Sragen, Jawa Tengah. Rokok-rokok tersebut dijual dengan kisaran harga Rp 5.000 hingga 6000 per bungkus.

Guna menekan kasus peredaran rokok tanpa pita cukai, pihaknya bersama jajaran intensif melakukan pengintaian dan sosialisasi. Selain itu juga meminta masyarakat aktif melaporkan jika ditemukan rokok ilegal.

Ia menilai, peran masyarakat sangat diperlukan dalam memberantas rokok ilegal. Adapun, peredaran rokok ilegal diatur dalam pasal 54 UU RI Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai yang ancaman hukuman pidana penjaranya minimal satu tahun dan maksimal lima tahun dan/atau denda minimal dua kali nilai cukai dan maksimal 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500