Dok. Rokok ilegal Foto: Pixabay

Bea Cukai Ungkap 11 Juta Batang Rokok Ilegal, Kerugian Rp 4 Miliar

Estimasi Baca:
Rabu, 8 Ags 2018 20:40:56 WIB

Kriminologi.id - Kantor Bea dan Cukai Kudus, Jawa Tengah kembali mengungkap peredaran rokok ilegal. Sebanyak ratusan ribu batang rokok tanpa pita cukai disita sebagai barang bukti.

"Barang bukti rokok ilegal jenis sigaret kretek mesin (SKM) yang diamankan sebanyak 196 ribu batang," kata Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Bea Cukai Kudus Dwi Prasetyo Rini di Kudus, Rabu, 8 Agustus 2018.

Dwi menuturkan, pengungkapan pelanggaran cukai rokok ini berawal dari informasi yang masuk dari masyarakat tentang pergerakan mobil pikap dari suatu lokasi di Kudus yang diduga hendak melakukan pengiriman Barang Kena Cukai (BKC) berupa rokok.

Atas informasi tersebut, petugas Bea Cukai lalu melakukan operasi pengejaran di jalan yang menghubungkan akses Kudus menuju Pati, dan Kudus menuju Semarang.

Setelah melakukan pengejaran, petugas akhirnya menemukan mobil yang dicurigai tersebut dan melakukan penghentian untuk dilakukan pemeriksaan.

Kecurigaan petugas ternyata terbukti. Dari mobil tersebut ditemukan ratusan ribu batang rokok SKM tanpa pita cukai yang ditutupi terpal berwarna biru.

"Jumlah rokok yang ditemukan sebanyak 196 ribu batang dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp 140,14 juta," kata Dwi.

Usai melakukan penangkapan, petugas Bea Cukai kemudian menggiring mobil pikap beserta dua orang pengemudi yaitu MU (47) dan MS (37) ke kantor Bea Cukai Kudus.

Dijelaskan Dwi, pengungkapan ini adalah yang kesekian kalinya dilakukan kantor Bea Cukai Kudus dalam rentang waktu sejak Januari 2018.

Menurutnya, sejak Januari hingga Mei 2018, Bea Cukai Kudus telah melakukan 38 kali pengungkapan kasus peredaran rokok ilegal tanpa pita cukai. Total barang bukti yang disita mencapai 11,4 juta batang rokok dengan nilai mencapai Rp 8,5 miliar.

Dwi mengatakan, potensi kerugian negara dari kasus yang berhasil terungkap itu mencapai Rp 4 miliar.

"Dari puluhan kasus yang terungkap paling banyak ditemukan dari Kabupaten Jepara dan Kudus," tutup Dwi.

Reporter: Reza Yunanto
Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500