Bedak Sebabkan Kanker Ovarium, Johnson & Johnson Didenda Rp 67,5 T

Estimasi Baca :

johnsonsbaby.com - Kriminologi.id
johnsonsbaby.com

Kriminologi.id - Perusahaan asal Amerika Serikat, Johnson & Johnson, divonis bersalah oleh juri dalam persidangan di Amerika Serikat yang digelar pada Kamis, 12 Juli 2018 waktu setempat. Perusahaan yang berkantor pusat di New Jersey itu diperintahkan membayar US$ 4,7 miliar atau Rp 67,5 triliun sebagai uang ganti rugi kepada 22 wanita yang menggugatnya.

Keputusan juri menyatakan Johnson & Johnson bersalah atas produk bedak taburnya yang menyebabkan kanker ovarium. Putusan itu dijatuhkan setelah persidangan selama berlangsung enam minggu. Adapun denda yang dialamatkan kepada Johnson & Johnson diberlakukan dalam beberapa fase. 

Pada fase pertama, perusahaan diperintahkan untuk membayar US$ 550 juta. Di fase selanjutnya, juri yang menemukan kesalahan yang sama akhirnya memerintahkan perusahaan untuk membayar lagi sebesar US$ 4,14 miliar sebagai ganti rugi.

Marc Lanier, kuasa hukum para wanita yang menggugat, mengatakan ada unsur asbes di bedak bayi Johnson & Johnson yang terkenal itu. Karena kandungan asbes itulah menyebabkan kanker ovarium. Lebih lanjut, Lanier berpendapat perusahaan sebenarnya tahu mengenai kandungan asbes dalam produknya. Namun, Johnson & Johnson menyimpan informasi tersebut secara pribadi. 

Putusan juri yang menyatakan Johnson & Johnson harus membayar US$ 4,7 miliar merupakan denda terbesar bagi perusahaan yang terkenal dengan produk bedak bayinya itu. Sebelumnya, perusahaan telah membayar jutaan dolar karena beberapa tuntutan hukum di seluruh negeri yang dimulai pada awal 2016. 

Seperti diketahui, talc adalah mineral paling lembut yang dikenal sains, tetapi dapat secara alami terkontaminasi oleh asbestos. Kandungan inilah yang ada pada produk Johnson & Johnson yang menyebabkan sebanyak 22 wanita mengalami kanker ovarium. 

“Selama lebih dari 40 tahun, Johnson & Johnson telah menutupi bukti asbes dalam produk mereka," kata Lanier. 

“Kami berharap putusan ini akan mendapat perhatian dewan J & J dan akan mengarahkan mereka untuk memberi informasi lebih baik kepada komunitas medis dan masyarakat tentang hubungan antara asbes, talc, dan kanker ovarium. Perusahaan harus menarik produknya dari pasar sebelum menyebabkan penderitaan, bahaya, dan kematian lebih lanjut akibat penyakit yang mengerikan.” 

Baca Selengkapnya

Home Hard News Kerah Putih Bedak Sebabkan Kanker Ovarium, Johnson & Johnson Didenda Rp 67,5 T

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu