Bongkar-Muat Batu Bara di Pulau Tikus Ancam Ekosistem Terumbu Karang

Estimasi Baca :

Kapal Tongkang pembawa batu bara melintasi aliran Sungai Batanghari di Muarojambi, Jambi, Jumat (8/6). Foto: Antara - Kriminologi.id
Kapal Tongkang pembawa batu bara melintasi aliran Sungai Batanghari di Muarojambi, Jambi, Jumat (8/6). Foto: Antara

Kriminologi.id - Aktivis Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi Perisai Keadilan Bengkulu mempersoalkan bongkar-muat atau transhipment batu bara di sekitar perairan Pulau Tikus. Menurutnya, sebab hal tersebut membahayakan kelestarian terumbu karang pulau dengan daratan yang hanya 0,6 hektare itu.

"Belum ada aturan yang memperbolehkan bongkar-muat batu bara di perairan Pulau Tikus. Kami menyaksikan satu kapal tongkang sedang bongkar-muat di sana," kata Anggota Tim Investigasi Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi Perisai Keadilan Bengkulu (LBH-APKB), Melyansori, di Bengkulu, Kamis, 14 Juni 2018.

Melyansori mengatakan, tim litigasi LBH-APKB menyaksikan dan mendokumentasikan bongkar-muat batu bara tersebut di sekitar perairan Pulau Tikus pada Kamis pagi. Dalam pantauannya, di sisi tongkang berisi batu bara yang dimuat ke kapal besar itu tertulis Titan38, yang diduga merupakan nama salah satu perusahaan pertambangan batu bara yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara.

Sedangkan di kapal besar tertulis Global Harmony Monrovia IMO 0473573 yang melepaskan jangkarnya di sekitar perairan Pulau Tikus. Melyan mengatakan, Pemprov Bengkulu pada 2012 telah melarang bongkar-muat batu bara di perairan Pulau Tikus untuk menyelamatkan ekosistem pulau tersebut.

Larangan bongkar-muat itu ditegaskan dalam Surat Gubernur Bengkulu Nomor 552.3/245/Dishub pada 18 Juli 2012 tentang Penghentian Kegiatan Muat Batu Bara di Perairan Pulau Tikus.

"Bahkan legislatif sudah membuat Peraturan Daerah tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara yang salah satu isinya melarang "ranshipment" di Pulau Tikus," katanya.

Karena itu, tim LBH-APKB akan melaporkan tindakan pemilik kapal tongkang dan kapal besar yang melakukan bongkar-muat batu bara di perairan Pulau Tikus tersebut. Mereka juga mendesak aparat penegak hukum untuk menindak pelanggaran yang dilakukan pemilik kapal tongkang itu.

Baca Selengkapnya

Home Hard News Kerah Putih Bongkar-Muat Batu Bara di Pulau Tikus Ancam Ekosistem Terumbu Karang

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu