Ilustrasi Kejahatan Perbankan. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Citibank dan 3 Bank Didenda Rp 235 M Karena Pemalsuan Transaksi Valas

Estimasi Baca:
Jumat, 31 Ags 2018 07:35:30 WIB

Kriminologi.id - Bank Central Nigeria memberi hukuman kepada Standard Chartered, Standbic IBTC, Citibank, dan Bank Diamond karena melakukan berbagai penipuan terkait transaksi valuta asing alias valas antara 2007 hingga 2015. Atas pelanggaran ini mereka diwajibkan membayarkan denda sebesar 5,87 miliar Naira atau setara dengan Rp 235 miliar.

Aturan yang dirujuk dan sanksi yang diberikan kepada empat bank konvensional tersebut mengacu pada peraturan pemerintah Nigeria, Foreign Exchange (Monitoring and Miscellaneous Provisions) Act tahun 1995, dan Foreign Exchange Manual 2006.

Seperti dilansir guardian.ng, Direktur Bank Central Nigeria Isaac Okorafor menyatakan, Bank Standard Chartered telah mengembalikan dana kepada bank central atas pelanggaran tersebut.

“Bank Standard Chartered sudah mengembalikan dana sebesar US$ 3,45 miliar atas dasar penerbitan ilegal Sertifikat Investasi Modal atau yang dikenal dengan Certificates of Capital Importation,” ujarnya di Abuja, Nigeria, Rabu 29 Agustus 2018

Tidak hanya Bank Standard Chartered yang mengembalikan sejumlah dana kepada bank central. Stanbic IBTC Nigeria juga mengembalikan dana sebesar US$ 2,63 miliar. Sedangkan Citibank dan Bank Diamond masing-masing mengembalikan dana sebesara US$ 1,76 miliar dan US$ 348,9 juta.

Melihat begitu besarnya denda yang dijatuhkan kepada para bank konvensional, Okorafor mengingatkan sistem manajemen bank dan perusahaan yang melakukan pelanggaran akan berdampak pada denda dan ditutupnya akses bank atau perusahaan untuk bertransaksi valas.  

KOMENTAR
500/500