Polisi menunjukkan barang bukti kayu ilegal bersama tersangka. Foto: Antara

Dijanjikan Rp 8 Juta Angkut Kayu, Empat Sopir Truk Tak Mengira Dibui

Estimasi Baca:
Minggu, 2 Sep 2018 11:35:06 WIB

Kriminologi.id - Sebanyak empat truk yang melintas di Jalan Poros Kecamatan Antang Kalang dicegat Polres Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Keempat truk tersebut mengangkut kayu Benuas tanpa dilengkapi dokumen atau ilegal. Akibatnya, empat sopir truk tersebut ditahan polisi.

“Ini hasil patroli Operasi Wanalaga. Begitu mendapat informasi, tim dari Reskrim Polres Kotawaringin Timur dan Polsek Antang Kalang langsung ke lokasi dan menemukan empat truk kayu olahan jenis benuas berbagai ukuran tanpa dilengkapi dokumen yang sah," kata Kapolres Kotawaringin Timur, AKBP Mohammad Rommel, di Sampit, Kalimantan Tengah, Minggu, 2 September 2018.

Rommel menjelaskan, empat truk itu dicegat di jalan poros sekitar pertigaan Desa Sangai pada Jumat, 31 Agustus 2018 sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah diperiksa, ternyata keempat truk yang dikemudikan RF, WJ, MS, dan SP memuat kayu olahan jenis Benuas berbagai ukuran. Selain truk, keempat sopir itu turut diamankan. 

“Mereka berdalih tidak mengetahui kayu tersebut ilegal karena pemilik kayu mengaku memiliki dokumen kayu-kayu tersebut,” ujarnya. 

Empat truk kayu dan keempat tersangka kemudian dibawa ke markas Polres Kotawaringin Timur. Mereka tiba pada Sabtu, 1 September 2018 sekitar pukul 23.00 WIB. Adapun dari hasil penghitungan barang bukti menyebut total kayu sebanyak 205 potong dengan kubikasi sekitar 32 kubik. 

Pengakuan keempat tersangka, kayu itu rencananya akan dibawa ke kawasan Liang Anggang Provinsi Kalimantan Selatan. Saat ini tim gabungan masih mendalami kasus ini. Polres bertekad untuk mengusut tuntas kasus ini dan memproses hukum semua pihak yang terlibat.

"Kami terus menggali informasi dari empat tersangka yang ada terkait pemilik kayu. Identitasnya sudah kami dapatkan yakni berinisial EB dan akan kami kejar sampai dapat," tutur Rommel.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 83 junto Pasal 88 Undang-Undang Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Ancaman hukumannya paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun dengan denda Rp 500 juta.

Sementara itu RF, salah satu sopir truk kayu ilegal itu mengaku tidak menyangka akan terjerat kasus hukum kayu ilegal. Dia mengaku baru kenal dengan EB, pemilik kayu yang sedang dikejar polisi.

"Tadinya saya dari Banjarmasin ke Sampit membawa semen, kemudian pulangnya ditawari mengangkut kayu karena memang sedang tidak ada muatan. Katanya ada dokumennya makanya saya berani membawanya, tapi ternyata malah seperti ini," sesal RF.

RF dan sopir lainnya mengaku dijanjikan upah masing-masing Rp 8 juta jika kayu sudah sampai di lokasi tujuan. Namun sayang, kini mereka justru harus mendekam di penjara karena mengangkut kayu ilegal.

Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500