Ilustrasi: Pajak Foto: Istimewa

DJP Riau-Kepri Pidanakan 2 Pengemplang Pajak

Estimasi Baca:
Senin, 6 Ags 2018 11:50:18 WIB

Kriminologi.id - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Riau dan Kepulauan Riau mempidanakan dua wajib pajak (WP) yang mengemplang pajak. Jumlah itu meningkat dari tahun lalu yang hanya mempidanakan satu wajib pajak.

"Jumlah WP yang diproses hukum meningkat pada tahun ini jadi dua, tahun lalu hanya satu," kata Kepala Kanwil DJP Riau dan Kepulauan Riau, Jatnika di Pekanbaru, Senin, 6 Agustus 2018.

Menurut Jatnika, upaya hukum yang diambil Kanwil DJP Riau dan Kepulauan Riau itu adalah cara terakhir yang dilakukan aparat pajak kepada WP yang membandel.

Sebelum memutuskan untuk mempidanakan kedua WP itu, kata Jatnika, aparat pajak telah menempuh beberapa upaya dan tahapan terhadap dua WP itu. Sesuai dengan aturan, penagihan WP di atas Rp 1 juta, DJP diberi kewenangan untuk menahan pengemplang.
 
"Karena yang lainnya mau bayar, hanya dua kasus ini yang diproses," katanya.

Menurut Jatnika, pemidanaan WP sebenarnya tidak akan terjadi jika kedua WP pengemplang pajak tersebut bersedia persuasif dan berniat membayar meski dicicil.  

Ia memastikan, aparat pajak selalu berupaya hal itu tidak terjadi agar penerimaan pajak bisa ditagihkan apa pun caranya. Misalnya, melaksanakan pendekatan, kooperatif, dan pihaknya melayanijika mereka mencicil.

Ia mengakui mengakui jumlah WP yang mengemplang pajak di Riau/Kepri jumlahnya cukup banyak. Hanya saja, tidak semuanya yang diajukan ke proses hukum. Pada tahun 2018 hanya dua WP yang artinya sisanya bisa diselesaikan dengan cara damai.

Jatnika enggan mengungkap berapa besaran pajak yang terutang kedua WP yang dipidanakan itu karena alasan rahasia negara. Namun ia memastikan, sanksi hukum bagi pengemplang pajak adalah penjara maksimal 6 tahun termasuk utang pajak.

Sementara itu menurut data realisasi penerimaan pajak oleh Kanwil DJP Riau/Kepri sejak Januari hingga Juli 2018 baru mencapai 41 persen dari target sampai yaitu Rp 23,93 triliun. Realisasi ini masih minim dari target semester berjalan yang harusnya mencapai 50 persen.

Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500