Pedagang memperlihatkan bawang merah di pasar tradisional Lhokseumawe, Aceh, Sabtu (13/1). Foto: Antara

Gagal Beredar, Bawang Merah Ilegal Asal Malaysia Berakhir di SPBU

Estimasi Baca:
Minggu, 2 Sep 2018 14:35:37 WIB

Kriminologi.id - Bawang merah ilegal sebanyak 150 karung atau 1,35 ton asal Malaysia gagal diselundupkan setelah aparat Polres Dumai meringkus kedua pelaku di stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU. Kedua pelaku yang diringkus masing-masing berinisial SR (57) dan DD (22).

“Dua orang pelaku diamankan dari pengungkapan tersebut. Keduanya merupakan warga Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis,” kata Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto di Pekanbaru, Minggu, 2 September 2018.

Sunarto menjelaskan, bawang merah sebanyak itu diselundupkan kedua pelaku dari wilayah pesisir Provinsi Riau. Dari situ, kemudian pelaku membawanya ke kota Dumai pada Sabtu, 1 September 2018 malam. Mereka saat itu sempat mampir ke SPBU. 

Sial, di SPBU itu mereka bertemu polisi yang sedang berpatroli. Polisi yang merasa curiga dengan satu unit mobil box sarat muatan berlebih di SPBU perbatasan kota Dumai dan Kabupaten Bengklalis kemudian melakukan pemeriksaan. 

Hasilnya, terungkap bahwa mobil box benomor polisi B 9947 KAG tersebut memuat ratusan karung bawang merah siap edar. Saat diperiksa, kedua pelaku tidak dapat menunjukkan dokumen resmi kepada petugas. 

“Kemudian mobil beserta muatan diamankan ke Polres Dumai,” ujar Sunarto.

Sunarto mengatakan, bawang selundupan itu masuk ke kota Dumai untuk dipasarkan melalui pelabuhan tikus di Kabupaten Bengkalis. Pihak kepolisian menyimpulkan, kedua pelaku hanya bertugas sebagai kurir atau pengantar. Sementara si pemilik bawang berinisial RZ masih terus didalami petugas.

Sunarto menegaskan, penyelundupan produk pertanian termasuk salah satunya bawang merupakan kejahatan yang dapat dipidana. Dalam kasus ini, ia mengatakan kedua pelaku terancam Undang-Undang Nomor 16 tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan serta Undang-Undang nomor 18 tahun 2012 tentang pangan.

Upaya penyelundupan bawang merah asal luar negeri ke Riau cukup marak terjadi. Sasaran pelaku kejahatan importir komoditas pertanian yang dapat merusak harga petani lokal tersebut adalah wilayah pesisir Riau. Selain Bengkalis, wilayah lainnya yang kerap menjadi sasaran pelaku adalah Dumai, Indragiri Hilir, Meranti dan Rokan Hilir.

Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500