Polres Metro Bekasi Kota meringkus dua orang pengedara uang palsu di Hotel Merdeka, Jalan Ir Juanda, Margahayu, Bekasi Timur. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Jaringan Pengedar Uang Palsu Tertipu Penyamaran Polisi di Hotel Bekasi

Estimasi Baca:
Senin, 10 Sep 2018 18:05:32 WIB

Kriminologi.id - Dua pengedar uang palsu masing-masing bernama Udin Tajudin (39) dan Gondo Rekso (39) dibekuk aparat Polres Metro Bekasi Kota. Keduanya dibekuk di Hotel Merdeka, Jalan Ir Juanda, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Jumat, 7 September 2018.

“Dua pengedar uang palsu tersebut merupakan dari jaringan Jawa Barat. Mereka ditangkap kepolisian saat hendak melakukan transaksi jual beli uang palsu,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Jairus Saragih, di Bekasi, Jawa Barat, 10 September 2018.

Jarius mengatakan, penangkapan dua tersangka dilakukan saat anggota menyamar menjadi pembeli uang palsu milik pelaku. Awalnya pelaku yang sudah memiliki janji dengan pembeli mengajak untuk bertemu di Hotel Merdeka, Jalan Ir Juanda, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi. 

Ketika transaksi berlangsung, kata Jarius, anggota langsung menyergap kedua pelaku beserta barang bukti uang palsu sebanyak 4 ikat uang palsu pecahan Rp 50 ribu. Komplotan tersebut kali pertama mengedarkan uang palsu di Bandung dan Garut.

“Mereka sudah beraksi selama dua bulan dan sudah jual 20 ikat. Berarti sudah beredar Rp 100 juta di dua kota tersebut,” kata Jairus. 

Barang bukti uang palsu pecahan Rp 50 ribu.

Kata Jairus, pelaku menjual uang palsu dengan harga Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta setiap satu gepok uang pecahan Rp 50 ribu. Cara bertransaksinya melalui jaringan antar teman.

Menurut dugaan Jarius, keberadaan komplotan ini telah tercium kepolisian selama beraksi di wilayah Bandung dan Garut. Karena itu, keduanya kemudian berpindah ke Bekasi karena ada pembeli uang palsu di daerah tersebut.

"Kami tangkap di Bekasi, karena sengaja akan mengedarkan uang palsu di sini," kata Jairus.

Menurut Jarius, secara kasat mata uang palsu yang diedarkan dua pelaku jaringan Jawa Barat ini mirip dengan uang asli. Namun, jika diteliti lebih lanjut uang tersebut palsu. Kata Jairus, pihaknya saat ini masih menyelidiki asal kedua pelaku mendapatkan uang palsu dan lokasi percetakan uang tersebut.

“Nampaknya sudah besar, kami masih lidik ya,” katanya.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku dikenakan Pasal 36 UU nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang dan Pasal 245 KUHPidana Tentang Pengedaran Uang Palsu dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Reporter: Rahmat Kurnia
Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500