Dok. Pemilik Travel Abu Tour, Muhammad Hamsah Mamba. Foto: Sudrun Sugiono/Facebook

Kantor Mewah Abu Tours di Riau Disita, 131 Jemaah Gagal Umrah

Estimasi Baca:
Selasa, 17 Apr 2018 13:47:50 WIB

Kriminologi.id - Kantor dan aset milik Abu Tours di Jalan Harapan Raya, Kota Pekanbaru, Riau, kembali disita pihak kepolisian. Sebanyak 131 jemaah umrah biro perjalanan Abu Tours dari Provinsi Riau gagal diberangkatkan ke Tanah Suci.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau menyegel aset milik Abu Tours, Selasa, 17 April 2018, setelah memeriksa sejumlah saksi.

"Setelah memeriksa lebih kurang 13 saksi, hari ini kita 'police line' kantor yang pernah dipakai Abu Tours," kata Kepala sub Direktorat I Ditreskrimsus Polda Riau, AKBP Dasmin Ginting di Pekanbaru.

Kantor milik Abu Tours itu terbilang cukup megah. Kantor tersebut terdiri dari tiga lantai dan berada di salah satu sentra bisnis di Kota Pekanbaru. Menurut Dasmin, Polda Riau masih menunggu koordinasi dari Polda Sulawesi Selatan untuk penyitaan aset-aset yang berada di dalam kantor tersebut.

"Kasus ini ditangani Polda Sulsel. Jadi kalau Polda Sulsel meminta bantuan kita untuk penggeledahan, kita geledah yang di dalam (kantor). Aset-asetnya masih berada di dalam," urainya.

Polda Riau, menurut Dasmin, pihaknya telah memeriksa sebanyak 13 saksi, terdiri dari korban dan pihak Abu Tours. Nantinya seluruh berkas keterangan saksi juga akan dikirim ke Polda Sulses sebagai bagian dari penyidikan mereka.

Dari pemeriksaan saksi-saksi tersebut diketahui sebanyak 131 jemaah Abu Tours dari Provinsi Riau gagal diberangkatkan ke tanah suci.

"Kita telusuri lagi ada korban lain atau aset-aset lainnya di Pekanbaru. Sejauh ini terdata 131 jemaah yang gagal berangkat," tuturnya.

Sementara kantor Abu Tours sendiri sudah tutup sejak Februari 2018. Jemaah terakhir yang diberangkatkan oleh Abu Tours pada Desember 2017 silam.

Sebelumnya diberitakan, penyidik Polda Sulsel menetapkan Hamzah Mamba sebagai tersangka karena perusahaannya yang bergerak di bidang travel umrah itu tidak mampu memberangkatkan 86.720 jamaahnya ke Tanah Suci.

Direktur Rreskrimsus Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan dalam menangani kasus itu pihaknya berkoordinasi intensif dengan Kemenag Sulsel.

Total kerugian para jamaah umrah yang jumlahnya sebanyak 86.720 orang itu diperkirakan lebih dari Rp1,8 triliun sesuai dengan besaran dana yang masuk dari setiap jamaah.

Atas ketidakmampuan dari pihak Abu Tour dalam memberangkatkan jamaah umrah ini, pihaknya menjerat tersangka dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah jo Pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan serta Pasal 45 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Hamzah terancam hukuman penjara hingga 20 tahun dan denda Rp 10 miliar.

KOMENTAR
500/500