Ilustrasi korban perdagangan orang, Foto: Pixabay.com

Lima Warga Sukabumi Gagal Diselundupkan ke Malaysia Via Jalur Tikus

Estimasi Baca:
Kamis, 2 Ags 2018 10:22:53 WIB

Kriminologi.id - Upaya perdagangan orang melalui jalur tikus digagalkan kepolisian di Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Para calon korban yang berasal dari Sukabumi, dijanjikan gaji sebesar RM 200 per bulan atau Rp 700 ribu untuk bekerja di pabrik minyak kelapa sawit.

Kelima korban yakni Gunawan (25), Saepuloh (49), Amsir (53), M Saleh (52) dan Denni Suhendar (37), diamankan petugas Polsek Entikong yang melaksanakan patroli pada jalur tikus yang berada di PLBN Entikong, Jumat, 27 Juli 2018.

"Kelima korban adalah warga Sukabumi, Jawa Barat, yang tergiur dengan iming-iming janji mendapat gaji besar," kata Kapolres Sanggau AKBP Imam Riyadi di Sanggau, Kamis, 2 Agustus 2018.

Menurut Imam, para calon korban dijanjikan akan mendapatkan gaji sebesar RM 200 per bulan atau sekitar Rp 700 ribu, dan bekerja di sebuah pabrik minyak kelapa sawit.

"Jadi saat itu, anggota Polsek Entikong sedang berpatroli di jalur tikus, saat akan masuk ke wilayah Malaysia yang berada di sebelah kanan PLBN terletak di belakang Pasar Baru Entikong," ujar Imam.

Selain kelima korban, polisi mengamankan dua orang sebagai petunjuk jalan atas nama Rinto dan Agus Febiansyah. Ketujuh orang tersebut diamankan ke PLBN Entikong untuk diinterogasi.

"Dan dari hasil keterangan kedua orang sebagai petunjuk jalan atas nama Rinto dan Agus Febiansyah, maka diperoleh informasi yang menyuruh mereka untuk mengantar masuk ke lima orang yang diduga calon TKI ilegal tersebut ke wilayah Tebedu Malaysia adalah tersangka AV warga Kabupaten Sanggau," ungkapnya.

Aparat Polsek Entikong kemudian melakukan pencarian terhadap AV dan menetapkan tersangka. Kemudian, delapan orang tersebut dibawa ke Polsek Entikong untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Petugas Polsek Entikong sedang memburu pelaku lain, yang diduga menjadi penyalur TKI ilegal tersebut. 

"Saat ini kita masih melaksanakan pengembangan. Untuk penyalurnya sedang dilaksanakan pencarian oleh anggota kita," kata dia.

Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500