Ilustrasi investasi bodong. Ilustrasi: Kriminologi.id

OJK Temukan Investasi Ilegal Koperasi Sembako Pakai Sistem MLM di Bali

Estimasi Baca:
Selasa, 31 Jul 2018 17:35:42 WIB

Kriminologi.id - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK kembali menemukan lembaga investasi ilegal berbentuk koperasi di Bali. Dalam pantauan dan identifikasi Satgas Waspada Investasi selama Juli 2018, koperasi tersebut menjual sembako dengan cara multi level marketing atau MLM.

Kepala OJK Regional Bali dan Nusa Tenggara, Hizbullah, mengatakan lembaga investasi ilegal yang dimaksud adalah Koperasi Indonesia Bersatu atau Koperasi Ekonomi Rakyat Nusantara. Koperasi tersebut diketahui selama beroperasi belum mengantongi izin. 

Terkait penemuan ini, kata Hizbullah, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk mewaspadainya. Selain itu, Hizbullah juga meminta masyarakat berhati-hati terhadap lembaga atau badan yang beroperasi dengan tidak mengantongi izin dari OJK. 

Sementara itu, Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing, dalam keterangannya mengatakan, Koperasi Indoensia Bersatu atau Koperasi Ekonomi Rakyat Nusantara merupakan salah satu dari 20 entitas ilegal lainnya yang beroperasi di sejumlah kota di Tanah Air.

Dari jumlah 20 entitas dengan beragam kegiatan yang ditemukan OJK, ternyata paling dominan beroperasi dengan cara multi level marketing. Menurut Tongam, 20 entitas tersebut berpotensi merugikan. Mengingat, imbal hasil atau keuntungan yang dijanjikan tidak masuk akal.

Kegiatan 20 entitas tersebut, kata Tongam, selama ini sudah menjadi perhatian dan pemantauan Satgas Waspada Investasi berdasarkan informasi yang disebarkan perusahaan dan pengaduan masyarakat. 

"Kami secara cepat merespons informasi tersebut untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat," katanya.

Terkait hal tersebut, pihak Satgas Waspada Investasi telah memanggil dan mendorong 20 entitas untuk mengurus perizinannya sesuai ketentuan perundang-undangan. Satgas Waspada Investasi mengimbau masyarakat selalu berhati-hati dalam menggunakan dananya agar tidak tergiur dengan iming-iming keuntungan yang tinggi tanpa melihat risikonya.

"Peran serta masyarakat sangat diperlukan, terutama untuk tidak menjadi peserta kegiatan entitas tersebut dan segera melaporkan apabila terdapat penawaran investasi yang tidak masuk akal,” ucap Tongam.

Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500