Ilustrasi: Polisi menunjukkan barang bukti kayu ilegal bersama tersangka. Foto: Antara

Operasi Gabungan Ungkap Puluhan Ton Kayu Ilegal, Cukongnya Diburu

Estimasi Baca:
Jumat, 13 Jul 2018 08:48:40 WIB

Kriminologi.id - Kayu olahan diduga hasil illegal loging atau perambahan hutan sebanyak 30 ton berhasil disita tim gabungan Polda Aceh dan Polres Aceh Timur. Kayu-kayu tersebut disita polisi dari Sungai Lokop, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh. 

Kapolres Aceh Timur, Ajun Komisaris Besar Polisi Wahyu Kuncoro, melalui Kasat Reskrim, Ajun Komisaris Polisi Erwin S Wilogo, membenarkan pihaknya telah mengamankan kayu-kayu ilegal tersebut pada Rabu dini hari, 11 Juli 2018. Dari jumlah tersebut, sekitar 15 ton sudah diamankan sebagai barang bukti.

“Penangkapan kayu yang diduga hasil perambahan hutan lindung itu berkat informasi masyarakat, sehingga tim gabungan melakukan operasi ke lokasi kejadian,” kata Erwin S Wilogo di Aceh pada Jumat, 13 Juli 2018.

Erwin mengungkapkan, meski telah mengamankan puluhan ton kayu ilegal, pihaknya yang melalukan operasi khusus dengan Polda Aceh hingga kini belum menangkap orang yang bertanggung jawab atas kepemilikan kayu-kayu olahan tersebut. 

Adapun berbagai jenis kayu gelondongan yang berhasil disita antara lain jenis damar, merbo dan sembarang campuran. Sebagian dari barang bukti sitaan pihak kepolisian itu kini sudah diamankan di Polres Aceh Timur. Sementara sebagian lainnya masih berada di lokasi dan masih dalam pengawasan pihak kepolisian.

“Untuk pemilik kayu masih dalam penyelidikan, tapi kasus ini masih terus dikembangkan dengan harapan masyarakat ikut membantu, sehingga aksi ilegal logging seperti ini tidak lagi terulang," kata Erwin.

Menurut Erwin, mustahil puluhan ton kayu tersebut dikumpulkan di pinggir sungai tanpa ada pemodal. Ia menduga ada cukong di balik aksi perambahan hutan ini. Karena itu, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pemiliknya.

“Kita akan kembangkan kasus temuan 30 ton kayu ini, karena kebiasaan pasti ada cukongnya atau pemodalnya,” ujar Erwin.

KOMENTAR
500/500