Pemilik Toko Upal Mata Uang Asing di Pandeglang Orang Medan 

Estimasi Baca :

Ilustrasi uang palsu. Ilustrasi Dwiangga Perwira/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Ilustrasi uang palsu. Ilustrasi Dwiangga Perwira/Kriminologi.id
Selama ini, tidak ada aktivitas yang mencurigakan. Meski demikian, tempat percetakan uang palsu dengan mata uang Rupiah, Dolar dan Poundsterling tidak terlalu ramai dikunjungi konsumen. 

Kriminologi.id - Tetangga pelaku, Arianto, mengaku tidak tahu ruko yang bersebelahan dengan tempatnya berjualan itu memproduksi uang palsu. Tidak hanya dengan mata uang Ripuah, tapi juga Dolar dan Poundsterling. 

Selama ini, ia menambahkan, tidak ada aktivitas yang mencurigakan. Meski demikian, ia menjelaskan, tempat percetakan itu tidak terlalu ramai dikunjungi konsumen. 

"Pemilik percetakan setahu saya orang Medan. Mereka tidak terlalu tertutup, cukup bersosialisasi. Cuma memang bukanya tidak setiap hari. Biasa buka juga tidak tentu," kata Arianto, Selasa, 17 April 20018, seperti dilansir rri.co.id.

Sebelumnya, jajaran Sub Direktorat Uang Palsu Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri dan Polres Pandeglang menggrebek pabrik pembuatan uang palsu bernilai miliaran rupiah, Selasa, 17 April 2018.

Pabrik tersebut sudah beroperasi sejak 2 tahun lalu. Tidak hanya uang pecahan rupiah, pabrik itu juga memproduksi uang palsu pecahan asing seperti Dolar dan Poundsterling.

Pabrik pembuatan uang palsu itu berada tepat di Jalan Raya Labuan Km 5 Cikoneng, Kampung Santika, Desa Palurahan, Kecamatan Kaduhejo. Berkedok sebagai toko Alat Tulis Kantor (ATK) dan tempat percetakan dengan merek dagang Dianam Jaya. 

Pabrik itu berdiri di atas 3 rumah toko berlantai 2, dengan menyulap 2 ruko sebagai tempat percetakan dan 1 ruko lagi dijadikan toko yang menjual buku serta ATK.

Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono mengatakan, penggerebakan pabrik itu merupakan pengembangan dari dua pelaku pengedar uang palsu yang tertangkap di Jakarta pada Senin, 16 April 2018. Di lokasi, polisi menemukan ribuan lembar uang palsu yang siap cetak. 

"Uang palsu yang diproduksi tidak disebarkan di Pandeglang karena dicetaknya berdasarkan pesanan. Yang kami temukan uangnya masih dalam bentuk kertas. Namun sebagian ada yang sudah jadi," katanya, seperti dilansir rri.co.id.

Kasubnit Tipid Eksus Bareskrim Polri, Kompol Anton menjelaskan, uang palsu yang diproduksi sudah menyebar ke hampir seluruh wilayah di Indonesia. Namun motif kuat pembuatan uang palsu itu sebagai modus penggandaan uang. 

"Kasus ini bermula dari penangkapan 2 pelaku kemarin di Gambir, pukul 10.00 WIB. Modusnya untuk penggandaan uang, namun tergantung pesanan. Namun yang paling banyak dipesan untuk menipu orang-orang yang menginginkan kaya mendadak dengan cara menggandakan uang," ujarnya.

Ilustrasi uang palsu. Ilustrasi Dwiangga Perwira/Kriminologi.id
Ilustrasi uang palsu. Ilustrasi Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Menurut Anton, tidak ada bahan istimewa yang digunakan pelaku sebagai pembuatan uang palsu. Karena semua bahan bisa didapat dengan mudah diberbagai tempat. 

"Bahan-bahannya bisa didapatkan di tempat biasa, tidak ada yang istimewa. Secara kasat mata juga bisa dibedakan bahwa itu palsu," katanya.

Anton menyebut, sejak beroperasi, pelaku sudah memproduksi uang palsu hingga ratusan miliar rupiah. Sedangkan pemesan yang diamankan, sudah tiga kali melakukan transaksi dengan nominal yang berbeda.

"Yang pertama Rp 200 juta, yang kedua Rp 100 juta dan yang ketiga itu Rp 150 juta. Tapi kalaunditotal si pelaku telah memesan uang sampai dengan 600 juta rupiah. Pecahan uang yang ditemukan hari ini nilainya Rp 100 ribu dan berbagai mata uang asing berupa Dolar dan Poundsterling," ujarnya.

"Transaksi yang digunakan oleh tersangka pembuat uang palsu ini adalah 3 uang palsu dibayar dengan 1 uang asli atau 3 banding 1. Misalnya untuk uang palsu Rp 60 juta, si pemesan harus membayar Rp 20 juta kepada si pencetak uang palsu," kata Anton.

Dari hasil penggerebekan itu, polisi mengamankan dua pelaku, yakni A sebagai pemilik percetakan dan Y sebagai staf pembantu. Sehari sebelumnya, polisi sudah mengamankan dua penggedar dan penggunan uang palsu atas nama P dan H. 

"Jadi total pelaku yang diamankan ada empat orang. Dua orang sudah lebih dulu kami akankan dikawasan Gambir, Jakarta Pusat. Bahkan pelaku A dan H itu residivis dengan kasus yang sama," ujar Anton.

Selain pelaku dan ribuan lembar uang palsu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 3 mesin percetakan. Semua barang bukti dan pelaku langsung diamankan polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Sementara di lokasi, petugas langsung memasang garis polisi guna memudahkan penyelidikan.  DM

Baca Selengkapnya

Home Hard News Kerah Putih Pemilik Toko Upal Mata Uang Asing di Pandeglang Orang Medan 

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan tulis komentar kamu