Ilustrasi pencucian uang. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Pencucian Uang Bisnis Narkoba Rp 24 Miliar Gunakan Money Changer

Estimasi Baca:
Selasa, 31 Jul 2018 14:50:50 WIB

Kriminologi.id - Kerja sama antara Badan Narkotika Nasional dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan berhasil mengungkap pencucian uang bisnis narkoba yang melibatkan jaringan narapidana lapas senilai Rp 24 miliar. Pencucian uang itu dilakukan oleh lima tersangka dengan bantuan perusahaan penukaran uang atau money changer.

"Kasus ini berawal dari diungkapnya kasus tindak pidana narkotika yang dilakukan oleh Juvictor Indraguna dengan barang bukti berupa 8,3 kilogram sabu-sabu pada 4 Maret 2017," kata Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko saat merilis penangkapan para tersangka di Surabaya, Selasa, 31 Juli 2018.

Kelima tersangka itu adalah Adiwijaya alias Kwang, Tamia Tirta Anastasia alias Sunny Edward, Lisan Bahar, dan dua napi di Lapas Tangerang yaitu Army Roza alias Bobi, dan Ali Akbar Sarlak.

Heru mengatakan, dari kasus tersebut, PPATK dan Direktorat Tindak Pidana Pencucian Uang BNN kemudian melakukan pendalaman serta penyelidikan hingga berhasil mengungkap transaksi aliran dana yang diduga berasal dari hasil bisnis narkotika.

Modus operasi yang dilakukan kelima tersangka yaitu mencuci uang hasil bisnis narkoba dengan menggunakan money changer serta perusahaan bidang emas dan tembaga.

"Tapi itu perusahaan fiktif untuk memudahkan melakukan transaksi keuangan antara para tersangka," ujar Heru.

Menurut Heru, untuk menutupi pencucian uang itu, salah satu tersangka yaitu Tamia sempat membuat identitas palsu dengan nama Sunny Edward.

Memakai identitas palsu itu, Tamia membuka rekening di salah satu bank yang kemudian digunakan kekasihnya yaitu Ali Akbar yang merupakan warga negara Iran untuk melakukan transaksi perputaran uang hasil bisnis narkoba.

"Karena transaksinya pakai internet banking, bitcoin juga, modusnya berubah-ubah. Kami juga menyita apartemen. TPPU ini bertujuan untuk memiskinkan tersangka agar tidak bisa kembali bisnis narkotika," kata Heru.

Dari hasil pengungkapan tersebut diamankan juga beberapa barang bukti yakni satu rumah mewah, lima sepeda motor, lima mobil dan satu apartemen yang jika ditotal semuanya berjumlah Rp 1,3 triliun.

Menurut Heru, kelima tersangka terancam Pasal 3, 4, dan 5 ayat (1) Jo Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman hukuman maksimal pidana penjara selama 20 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar.

Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500