Logo Israel Aerospace Industries. Ilustrasi: Kriminologi.id

Petinggi Perusahaan Drone Israel Terlibat Kasus Penipuan

Estimasi Baca:
Kamis, 30 Ags 2018 07:35:28 WIB

Kriminologi.id - Sepuluh senior eksekutif Israel Aerospace Industries atau IAI akan didakwa atas kasus penipuan pada sidang yang akan dilaksanakan di unit ekonomi Kantor Jaksa Negara. Pemberitahuan tentang panggilan sidang telah dikirimkan kepada Amos Mathan yang menjabat sebagai CEO IAI, Vice President Divisi Bisnis IAI yaitu Meir Rizmovich, mantan Manajer Divisi Pengembangan Haim Hibsher, Manajer Pemasaran David Goldin, dan beberapa karyawan lainnya.

IAI merupakan perusahaan pertahanan keamanan terbesar Israel yang bertanggung jawab dalam produksi pesawat tanpa awak atau drone yang digunakan militer Israel. Tidak hanya memproduksi pesawat, perusahaan ini juga memproduksi robot untuk pertahanan keamanan, kapal, dan bahkan sistem keamanan siber.

Beberapa karyawan dan senior eksekutif tersebut telah diselidiki selama setahun terakhir terkait dengan kesepakatan antara IAI dengan pelanggan internasional yang dianggap sebagai klien penting. Pengadilan memerintahkan untuk tidak memberikan komentar apapun tentang kasus tersebut sampai penyelidikan rampung.

Penyelidikan dilakukan tim gabungan The National Police Fraud Investigation Unit di Lahav 433, unit investigasi Director of Security of the Defense Establishment, dan perwakilan State Attorney’s Office unit ekonomi.

Dakwaan terhadap para senior eksekutif tersebut adalah penipuan dan pelanggaran terhadap aturan ekspor yang tertulis dalam Defense Export Control Law. Aturan ini dirancang untuk melindungi hubungan diplomatis dan pertahanan keamanan Israel terhadap ekspor produk keamanan yang tidak sah ataupun informasi mengenai produk keamanan tersebut.

Pengacara perusahaan IAI, Nati Simchony dan Assaf Klein mengatakan, perusahaan telah memberikan pernyataan tentang upaya yang dilakukan untuk menanggulangi kasus tersebut.

“Perusahaan akan melipatgandakan usahanya untuk mengembangkan bisnisnya, menutup kesepakatan-kesepakatan yang dianggap tidak sesuai, dan akan berusaha melayani seluruh konsumen di Israel dan di seluruh dunia,” ujarnya seperti dilansir globes.co.il, Rabu, 29 Agustus 2018.

KOMENTAR
500/500