Ilustrasi pinjamam uang ke debitur di Jawa Tengah oleh Direktur BPR Syariah Situbondo, Foto: Pixabay

Pinjamkan Rp 1 M ke Kolega, Direktur BPR Syariah Situbondo Dipecat

Estimasi Baca:
Rabu, 8 Ags 2018 18:35:09 WIB

Kriminologi.id - Pemerintah Kabupaten Situbondo memecat Direktur Bank Prekreditan Rakyat (BPR) Syariah Kabupaten Situbondo yakni Basrawi Yudi Nugroho. Ia menyalahgunakan kewenangannya dalam mengelola keuangan dengan memberikan pinjaman lebih dari Rp 1 miliar kepada debitur di luar daerah.

"Pemberhentian tetap terhadap Direktur BPR Syariah sejak 30 Juli 2018, usai dilakukan rapat umum pemegang saham karena pemegang saham sudah tidak percaya lagi," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Situbondo, Syaifullah, Rabuy, 8 Agustus 2018.

Syaifullah menjelaskan, pemecatan tetap terhadap Baswari Yudi Nugroho setelah ia diberhentikan sementara selama 30 hari karena dinilai salah dalam mengelola uang nasabah. Keputusan itu diambil pemerintah setempat berdasarkan Hasil Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS bank tersebut . 

Baswari diketahui telah meminjamkan uang sekitar di atas Rp 1 miliar kepada beberapa debitur di luar daerah yakni Jawa Tengah. Berdasarkan temuan tim analis, tiga orang nasabah di Jawa tengah itu ternyata masih kolega dengan Baswari.

Ia menjelaskan, pihaknya akan melakukan seleksi terbuka untuk mencari calon pengganti Baswari Yudi Nugroho. Para calon direktur, kata Syaifullah, akan diuji tim independen setelah itu nama calon terpilih akan diajukan ke Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.

"BPR Syariah didirikan untuk menumbuhkankembangkan usaha kecil menengah (UKM) maupun industri kecil menengah (IKM), pengelolaan keuangannya sangat kecil. Oleh karena itu, ke depan harus fokus membantu mengembangkan UKM/IKM agar tumbuh dan bisa bersaing," kata Sekda.

BPR Syariah, kata Sekda, melayani pedagang kecil di beberapa pasar yang sudah menjalin kerja sama. Para pedagang dapat meminjam uang hanya menggunakan jaminan atau agunan kios pasar atau tempat pedagang.

Berdasarkan data yang Kriminologi.id himpun, BPR Syariah Situbondo merupakan Badan Usaha Milik Daerah. Pendirian BPR Syariah tersebut untuk melepaskan ketergantungan masyarakat yang terjerat utang rentenir.

Sebelum diberhentikan secara resmi, Baswari Yudi Nugroho diberhentikan sementara selama 30 hari karena melakukan penyalahgunaan kewenangan. Ia meminjamkan uang sebesar itu tanpa persetujuan dari komisaris atau tidak sesuai dengan standar operasional yang berlaku di bank tersebut.

Permasalahan ini bermula ketika pihak BPR Syariah mencari nasabah yang mau menabung karena kekurangan modal. Setelah mendapatkan nasabah, uang tersebut malah dipinjamkan kepada debitur di luar daerah Kabupaten Situbondo, yakni di Jawa Tengah. Atas kasus ini, ia diberhentikan sementara sejak awal Juli 2018 selama 30 hari. 

Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500