Dok. kapal mewah Superyacht Equanimity. Foto: www.superyachtfan.com

Polisi Serahkan Kapal Mewah Rp 3,5 Triliun Hasil Korupsi 1MDB ke FBI

Estimasi Baca:
Rabu, 14 Mar 2018 16:05:34 WIB
Kapal itu diduga dibeli dari hasil korupsi lembaga investasi pemerintah 1Malaysia Development Berhad (1MDB). 1MDB adalah lembaga yang dibentuk oleh Najib Razak, Perdana Menteri Malaysia

Kriminologi.id - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri menyerahkan kapal pesiar mewah Superyacht Equanimity kepada  Biro Penyelidik Federal Amerika Serikat (FBI). Kapal senilai Rp 3,5 triliun itu ditangkap di sekitar perairan Tanjung Benoa, Bali beberapa waktu lalu atas permintaan FBI.

Kapal pesiar ini diduga merupakan pemilik seorang pengusaha bernama Jho Low. Jho Low disebut-sebut merupakan penasihat bisnis Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.

"Penyerahan kasus hukum terkait kapal pesiar itu sepenuhnya akan diusut oleh pihak FBI," kata Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal di Jakarta, Rabu, 14 Maret 2018.

Baca: Polisi Periksa 3 Pejabat Kapal Pesiar Rp 3,5 T yang Kelabui FBI

Kapal tersebut diketahui masuk ke Indonesia pada November 2017. Mengetahui hal itu, FBI kemudian berkoordinasi dengan Polri melalui surat yang dikirim pada 21 Februari 2018. Isi surat tersebut yakni FBI meminta bantuan Polri untuk mencari keberadaan kapal tersebut. Selanjutnya, agar dilakukan penyitaan.

Kapal itu diduga dibeli dari hasil korupsi lembaga investasi pemerintah 1Malaysia Development Berhad (1MDB). 1MDB adalah lembaga yang dibentuk oleh Najib Razak.

Baca: Empat Tahun Pelarian Kapal Mewah Rp 3,5 Triliun Berakhir di Bali

Adapun Kementerian Kehakiman AS dan FBI saat ini tengah menangani kasus dugaan penggelapan dana atau korupsi senilai US$ 4,5 miliar atau sekitar Rp 62,1 triliun di 1MDB.

"Kapal itu diduga merupakan hasil pencucian uang dari dugaan korupsi 1MDB, perusahaan pengelola dana investasi milik negara Malaysia," ujarnya. MG

KOMENTAR
500/500