Ilustrasi uang palsu. Ilustrasi Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Produksi Ratusan Miliaran, Upal di Pandeglang Menyebar Se-Indonesia

Estimasi Baca:
Selasa, 17 Apr 2018 19:45:51 WIB
Pelaku sudah memproduksi uang palsu hingga ratusan miliar rupiah. Sedangkan pemesan yang diamankan, sudah tiga kali melakukan transaksi dengan nominal yang berbeda.

Kriminologi.id - Kasubnit Tipid Eksus Bareskrim Polri, Kompol Anton menjelaskan, uang palsu dengan mata uang Rupiah, Dolar dan Poundsterling yang diproduksi di Pandeglang sudah menyebar ke hampir seluruh wilayah di Indonesia. Namun motif pembuatan uang palsu itu sebagai modus penggandaan uang. 

"Kasus ini bermula dari penangkapan dua pelaku kemarin di Gambir, pukul 10.00 WIB. Modusnya untuk penggandaan uang, namun tergantung pesanan. Namun yang paling banyak dipesan untuk menipu orang-orang yang menginginkan kaya mendadak dengan cara menggandakan uang," katanya, Selasa, 17 April 2018, seperti dilansir rri.co.id.

Ia mengungkapkan, tidak ada bahan istimewa yang digunakan pelaku sebagai pembuatan uang palsu. Sebab, semua bahan bisa didapat dengan mudah di berbagai tempat. 

"Bahan-bahannya bisa didapatkan di tempat biasa, tidak ada yang istimewa. Secara kasat mata juga bisa dibedakan bahwa itu palsu," ujar Anton.

Sejak beroperasi, ia menjelaskan, pelaku sudah memproduksi uang palsu hingga ratusan miliar rupiah. Sedangkan pemesan yang diamankan, sudah tiga kali melakukan transaksi dengan nominal yang berbeda.

"Yang pertama Rp 200 juta, yang kedua Rp 100 juta dan yang ketiga itu Rp 150 juta. Tapi kala pun ditotal, si pelaku telah memesan uang sampai dengan Rp 600 juta. Pecahan uang yang ditemukan hari ini nilainya Rp 100 ribu dan berbagai mata uang asing berupa Dolar dan Poundsterling," ujarnya.

"Transaksi yang digunakan oleh tersangka pembuat uang palsu ini adalah tiga uang palsu dibayar dengan satu uang asli atau tiga banding satu. Misalnya untuk uang palsu Rp 60 juta, si pemesan harus membayar Rp 20 juta kepada si pencetak uang palsu," kata Anton.

Ilustrasi Uang Palsu, Foto: Kriminologi.id
Ilustrasi Uang Palsu, Foto: Kriminologi.id

Dari hasil penggerebekan itu, polisi mengamankan dua pelaku, yakni A sebagai pemilik percetakan dan Y sebagai staf pembantu. Sehari sebelumnya, polisi sudah mengamankan dua penggedar dan penggunan uang palsu atas nama P dan H. 

"Jadi total pelaku yang diamankan ada empat orang. Dua orang sudah lebih dulu kami akankan di kawasan Gambir, Jakarta Pusat. Bahkan pelaku A dan H itu residivis dengan kasus yang sama," ujar Anton.

Sebelumnya, jajaran Sub Direktorat Uang Palsu Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri dan Polres Pandeglang menggrebek pabrik pembuatan uang palsu bernilai miliaran rupiah, Selasa, 17 April 2018.

Pabrik tersebut sudah beroperasi sejak 2 tahun lalu. Tidak hanya uang pecahan rupiah, pabrik itu juga memproduksi uang palsu pecahan asing seperti Dolar dan Poundsterling.

Pabrik pembuatan uang palsu itu berada tepat di Jalan Raya Labuan Km 5 Cikoneng, Kampung Santika, Desa Palurahan, Kecamatan Kaduhejo. Berkedok sebagai toko Alat Tulis Kantor (ATK) dan tempat percetakan dengan merek dagang Dianam Jaya. 

Pabrik itu berdiri di atas 3 rumah toko berlantai 2, dengan menyulap 2 ruko sebagai tempat percetakan dan 1 ruko lagi dijadikan toko yang menjual buku serta ATK.

Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono mengatakan, penggerebakan pabrik itu merupakan pengembangan dari dua pelaku pengedar uang palsu yang tertangkap di Jakarta pada Senin, 16 April 2018. Di lokasi, polisi menemukan ribuan lembar uang palsu yang siap cetak. 

"Uang palsu yang diproduksi tidak disebarkan di Pandeglang karena dicetaknya berdasarkan pesanan. Yang kami temukan uangnya masih dalam bentuk kertas. Namun sebagian ada yang sudah jadi," katanya, seperti dilansir rri.co.id.

 DM
KOMENTAR
500/500