Anggota Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih Gresik, Jawa Timur. Foto: mpr.go.id

12 Penyidik KPK yang Ciduk Eni Saragih Cs Tersamarkan Baju Batik

Estimasi Baca:
Jumat, 13 Jul 2018 23:10:29 WIB

Kriminologi.id - Operasi Tangkap Tangkap yang dilakukan KPK terhadap Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar Eni Maulani Saragih bersama delapan orang lainnya berlangsung senyap. Tak ada yang tahu kapan Eni diciduk penyidik lembaga antirasuah tersebut.

Hal ini diungkap penjaga keamanan di rumah dinas Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham, Jalan Widya Chandra IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"Kejadian enggak ada yang tahu. Enggak ada yang lihat juga Ibu Eni dibawa. Kalau dibawa kan pasti riuh. Kami baru tahu pas lihat di TV," kata petugas yang enggan menyebutkan namanya.

Ia mengatakan, sejak pukul 13.00 WIB, rumah Idrus dibanjiri anak-anak dan koleganya yang menghadiri acara ulang tahun anak bungsu politikus Partai Golkar tersebut. 

Tak ada yang tahu kapan Eni dan delapan orang yang dibawa petugas KPK. "Kan ramai di sini, terus petugas KPK juga enggak tahu yang mana. Semua orang rata-rata pakai baju batik," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Sekjen Partai Golkar Maman Abdurrahman mengklarifikasi ES dijemput KPK saat menghadiri acara ulang tahun putri Idrus Marham di rumah dinas Menteri Sosial di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Jumat, 13 Juli 2018. 

ES hadir di rumah Idrus Marham sekitar pukul 14.00 WIB, kemudian sekitar pukul 15.00 WIB hadir petugas dari KPK menemui ES. 

Menurut Maman, petugas dari KPK menunjukkan surat perintah penyidikan (Sprindik) dan meminta ES ikut ke KPK. Sekitar pukul 15.15 WIB, ES pamit untuk pergi bersama petugas KPK.

Petugas yang enggan disebutkannya menambahkan, setelah berbincang dengan beberapa koleganya, Idrus berangkat ke Banten untuk menghadiri sebuah acara dari Kementerian Sosial. Idrus diperkirakan meninggalkan rumah dinasnya pukul 14.30 WIB. 

Sejauh ini, hingga pukul 22.22 WIB, rumah dinas Idrus Marham tampak sepi. Sebelumnya seorang saksi yang enggan disebutkan namanya menyebutkan Eni Saragih dijemput 12 penyidik KPK.

"Iya ada sekitar 12 orang tadi datang ke sini. Membawa salah satu tamu ibu-ibu," kata saksi tersebut, Jumat, 13 Juli 2018.

Suasana di Rumah Dinas Mensos Idrus Marham. Foto: Marselinus Gual/Kriminologi.id
Suasana di Rumah Dinas Mensos Idrus Marham. Foto: Marselinus Gual/Kriminologi.id

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan, tim lembaga antirasuah tersebut telah memantau pergerakan Eni Saragih dengan pihak-pihak terkait sejak beberapa hari lalu sebelum OTT dilakukan pada Jumat, 13 Juli 2018.

"Jadi, tim ditugaskan sejak beberapa hari ini melakukan pengamatan. Memang terkonfirmasi ada dugaan transaski terjadi antara pihak swasta dengan penyelenggara negara. Ada dugaan penerimaan uang baik langsung maupun tidak langsung pada penyelenggara negara," katanya.

Ia menjelaskan, KPK total mengamankan sembilan orang di rumah dinas Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham.

"Sembilan orang itu ada yang kami amankan dari salah satu rumah dinas menteri saat ini. Kemudian kami bawa ke kantor KPK untuk proses lebih lanjut," ujar Febri di gedung KPK, Jakarta.

Kedelapan orang tersebut berasal dari berbagai unsur termasuk pihak penyuap dari pihak swasta.

"Dalam OTT kali ini satgas berhasil mengamankan delapan orang. Salah satunya anggota DPR Komisi VII berinisial ES dan pihak swasta," katanya.

Dalam OTT itu, KPK juga turut mengamankan uang ratusan juta rupiah.

"Tadi saya dapat informasi diamankan uang Rp 500 juta. Bahwa ada tidaknya penerimaan lain sebelumnya tentu kami dalami lebih lanjut. Yang pasti, hasil lengkap akan disampaikan besok, pimpinan akan sampaikan apakah ada pihak yang ditingkatkan statusnya," ungkap Febri.

Komisi VII DPR sendiri membidangi sektor energi sumber daya mineral, riset dan teknologi serta lingkungan hidup.

Sesuai KUHAP, KPK mempunyai waktu 1X24 jam untuk menentukan status dari pihak-pihak yang diamankan tersebut.

 DM
KOMENTAR
500/500