Ahmad Yani dan Ketum Peradi Jadi Perdebatan Fredrich dengan Jaksa KPK

Estimasi Baca :

Dok. Fredrich Yunadi. Foto: Antara - Kriminologi.id
Dok. Fredrich Yunadi. Foto: Antara

Kriminologi.id - Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK keberatan dengan terdakwa merintangi penyidikan KPK terkait kasus E-KTP, Fredrich Yunadi, menghadirkan saksi ahli Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PPP periode 2009-2014, Ahmad Yani. 

Tak hanya Ahmad Yani, Fredrich juga menghadirkan Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia atau Peradi, Fauzi Yusuf Hasibuan, dan advokat sekaligus dosen, Yongki Fernando. 

“Kami keberatan terhadap Ahmad Yani dan saudara Fauzi Yusuf, karena keduanya advokat, satu profesi dengan yang bersangkutan (Fredrich). Bisa terjadi conflict of interest. Kami juga tidak tahu keahlian apa yang akan disampaikan Ahmad Yani dan Fauzan Yusuf Hasibuan,” kata Jaksa KPK, Roy Riady, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jumat, 18 Mei 2018.

Usai Jaksa KPK mengajukan keberatannya dalam persidangan, Fredrich Yunadi tak tinggal diam. Dia menyanggah pernyataan Roy Riady. Menurut Fredrich, Ahmad Yani merupakan mantan anggota DPR yang duduk di Komisi III yang menjadi mitra kerja KPK selama lima tahun. Karenanya, mengetahui betul UU KPK. 

“Sedangkan untuk saudara Fauzi, beliau Ketua Umum Peradi dan membawahi majelis kehormatan, dewan pengawasan, yang membawahi 50 ribu advokat, sehingga tahu betul imunitas advokat,” kata Fredrich.

Sama seperti Fredrich, Jaksa KPK Roy Riadi pun turut mendebat alasan Fredrich. Menurut Roy, Fredrich tak bisa memilih Fauzi Hasibuan, sebagai saksi ahli. Sebab, Fauzi selaku Ketua Peradi yang menaungi advokat saat ini masih menjalani proses penyelesaian kasus pelanggaran etik yang dilakukan Fredrich Yunadi.   

“Sepengetahuan kami terdakwa masih dalam proses etik di organisasi dan belum selesai, jadi tidak elok untuk didengar kesaksiannya. Kedua bagaimana menilai ahli objektif memberikan keterangan mengenai anggotanya sendiri?" ungkap jaksa Roy.

Melihat perdebatan antara Jaksa Roy dan Fredrich, Ketua majelis hakim Saifudin Zuhri pun akhirnya turut bersuara. Sebagai penengah, mempertanyakan saksi Fauzi Hasibuan. 

"Untuk Fauzi Hasibuan untuk Ketua Umum Peradi apakah sebaiknya tidak jadi saksi fakta?" tanya hakim Saifudin.

"Kami hadirkan sebagai dosen, resmi ada surat pengantarnya dari Universitas Jayabaya, dan kami keberatan dengan penghinaan penuntut umum tentang etik tadi," ucap Fredrich dengan nada tinggi.

"Jangan pakai istilah penghinaan itu," sergah hakim Saifudin.

"Penuntut umum memakai kode etik, ini menyangkut pribadi, dan menyangkut SARA, urusannya berbeda sampai sekarang proses etik belum selesai sehingga saya masih anggota Peradi," kata Fredrich sengit.

Hakim pun berdiskusi sekitar tiga menit untuk membuat keputusan.

"Keberatan penuntut umum akan kami catat, jadi akan kami hadirkan sebagai ahli semuanya," kata hakim Saifudin.

Tak lama berselang, Ahmad Yani diperbolehkan memberikan keterangan dalam persidangan atas terdakwa Fredrich Yunadi.

Baca Selengkapnya

Home Hard News Korupsi Ahmad Yani dan Ketum Peradi Jadi Perdebatan Fredrich dengan Jaksa KPK

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu