Anies Baswedan di gedeung KPK. Foto: Dimeitri Marilyn/Kriminologi.id

Anies Baswedan Serahkan Gratifikasi Tongkat Puma dari Ghana ke KPK

Estimasi Baca:
Jumat, 3 Ags 2018 19:16:12 WIB

Kriminologi.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyerahkan benda gratifikasi berupa tongkat berwarna hitam dengan ukiran Puma berwarna keemasan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK. Tongkat ukiran puma tersebut diketahui didapatkan dari Ghana salah satu negara di Afrika Selatan.

"Saya kira ini akan jadi inventaris kantor bukan saya pribadi. Ternyata inventaris kantor juga harus dilaporkan, ya kami taat saja. Tapi karena kemarin KPK harus... ya saya serahkan," kata Anies Baswedan di Gedung Dwiwarna KPK Jakarta, Jumat, 3 Agustus 2018.

Kedatangan Anies merupakan respons atas peringatan KPK yang memintanya untuk melaporkan hadiah dari Ghana. Diketahui tongkap Puma merupakan tongkat komando yang biasa digunakan kepala suku di Ghana. Tongkat itu diberikan saat kepala suku asal Ghana datang ke Jakarta pada 5 Juli 2018.

"Iya waktu itu saya pikir ini bukan gratifikasi. Jadi saya bilang ini buat inventaris kantor saja," ujar mantan menteri pendidikan dan kebudayaan.

Anies mengatakan, benda yang diprediksi berlapis emas tersebut belum bisa diestimasi kisaran harganya. Hingga kini, ia mengambahkan, pihaknya tak dapat memprediksi harga tongkat yang di ujungnya terdapat patung puma.

Di konfirmasi secara terpisah, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengaku, penyerahan tongkat puma emas tersebut adalah kewajiban pihak penyelenggara negara. Sekalipun gratifikasi tersebut bukan berupa uang tunai atau uang elektronik.

"Tentu harusnya sejak awal diberikan. Tapi kami apresiasi mengenai pelaporan gratifikasi tersebut. Karena aturan KPK untuk melaporkan itu adalah 30 hari sejak penyerahan harta benda tersebut," ucap Saut Situmorang kepada Kriminologi.id, Jumat, 3 Agustus 2018.

Saut mengatakan, pihaknya akan kembali mengingatkan pejabat lainnya untuk segera melaporkan pemberian apapun dari kolega penyelenggara negara. Apalagi, masa inkubasi gratifikasi akan berubah menjadi suap jika diketahui selama 30 hari ke depan tidak ada pelaporan dari pihak penyelenggara negara ke Direktur LHKPN KPK.

"Ini juga pengingat kalau ada expired-nya juga 30 hari ke depan. Kalau tidak bisa disangkakan menerima suap," ujar Saut Situmorang.

Mengenai tongkat yang diberikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berasal dari delegasi Afrika pada acara penutupan Multaqo (Pertemuan) Ulama dan Dai se-Asia Tenggara, Afrika, dan Eropa kelima.

Reporter: Dimeitri Marilyn
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500