Sidang Perdana Zumi Zola Digelar di Tipikor. Foto: Dimeitri Marylin

Ayah Zumi Zola Miliki Jaringan Kuat di Jambi, Saksi: Saya Buktinya

Estimasi Baca:
Kamis, 6 Sep 2018 17:05:31 WIB

Kriminologi.id - Salah satu saksi Zumi Zola yakni mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau Kadis PUPR Provinsi Jambi Doddy Irawan menyebut jika ayah Zumi Zola mempunyai jaringan yang kuat di Jambi. Ayah Zumi Zola diketahui adalah Zulkifli Nurdin yang juga mantan Gubernur Jambi periode 2005-2010.

"Saya mengiyakan permintaan dari Pak Zumi karena ayahnya kan punya jaringan kuat di Jambi. Jadi saya mengiyakan saja permintaan terdakwa tersebut," kata Doddy Irawan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis, 6 September 2018.

Menurut Dody, beberapa pihak yang menjadi anak buah Zulkifli Nurdin masih banyak mengamankan posisi Zumi Zola di Jambi. "Bukan cuma jaringan juga beberapa jabatan dan orang dekat Gubernur sekarang juga orang-orang ayahnya Pak Zumi," ucap Doddy Irawan.

Dia memastikan jika jaringan milik ayah Zumi tersebut bukanlah rumor atau isapan jempol semata. "Rumor waktu itu. Pak Gubernur diatur oleh orang tuanya Pak Zulkifli itu benar," ucapnya.

Demi menguatkan alibinya tersebut, Doddy juga menyebut penunjukkannya sebagai kepala dinas adalah salah satu upaya Zumi agar publik tidak menilai Gubernur selalu diatur ayahnya Zulkifli. 

"Saya itukan bukan orang Pak Zulkifli Nurdin. Jadi saya sudah diplot untuk kesan bahwa Pak Zumi tak diatur ayahnya," ucap Doddy.

Serupa dengan Doddy, saksi terdakwa Zumi Zola lainnya, yakni Apif Firmansyah mengatakan hal serupa. 

"Saya tanya, kenapa Bapak (Zumi) pilih saya. Menurut Apif, Pak Gubernur memilih saya karena untuk kesan bahwa beliau mandiri," kata Dody.

Sebelumnya, Jaksa KPK mendakwa Zumi Zola menerima gratifikasi Rp 44 miliar dan mobil Toyota Alphard dari rekanan proyek bernama Imanuddin di Jambi. Untuk legalitas persetujuan proyek, Zumi kemudian menyuap anggota DPRD Jambi untuk memuluskan pembahasan APBD Jambi Tahun 2017 dan 2018.

Suap yang dilakukan Zumi Zola dilakukan sejak dilantik menjadi Gubernur Jambi periode 2016-2021 pada 12 Februari 2016. Fee dari Imanuddin tersebut diberikan tidak langsung kepada Zumi Zola melainkan melalui tiga orang kepercayaannya, yakni Apif Firmansyah, Asrul Pandapotan Sihotang, dan Arfan. 

Apif adalah teman dekat Zumi Zola sewaktu di bangku kuliah dan kemudian kini menjadi bendahara tim sukses Zumi saat maju menjadi Gubernur Jambi.

Uang yang diterimanya melalui Apif senilai Rp 34, 639 miliar, dan melalui Asrul Sihotang senilai Rp 4,8 miliar serta satu buah mobil Toyota Alphard. Sementara hadiah yang didapatkan melalui Arfan senilai Rp 4,5 miliar.

Jaksa menyebut sebagian dari uang senilai Rp 44 miliar itu juga diberikan kepada adiknya Zumi Zola yakni, Zumi Laza yang maju sebagai wali kota Jambi.

Atas perbuatannya, Zumi didakwa melanggar Pasal 12 B UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP dan Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Zumi juga melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. 

Reporter: Dimeitri Marilyn
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500