Ilustrasi gedung sekolah ambruk. Foto: Antaranews

Bekas Kepala Dinas Pendidikan Jadi Tersangka Korupsi Gedung Sekolah

Estimasi Baca:
Jumat, 10 Ags 2018 11:35:34 WIB

Kriminologi.id - Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga berinisial IS resmi ditetapkan tersangka oleh Polres Purbalingga terkait kasus korupsi pembangunan Unit Gedung Baru TK Negeri Pembina Padamara. IS ditetapkan tersangka karena terbukti merugikan keuangan negara sebesar hampir Rp 300 juta yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan Nasional.

Kabag Ops Polres Purbalingga, Kompol Herman Setiono, mengatakan peran tersangka IS dalam korupsi tersebut yakni sebagai ketua panitia pembangunan gedung TK Negeri Pembina Padamara. Dalam kepemimpinannya, pembangunan gedung TK tersebut dilaksanakan sejak rentang tahun 2011 hingga tahun 2013. 

“Tersangka kemudian menunjuk pihak ketiga untuk melaksanakan pemasangan rangka atap baja ringan di gedung TK yang dibangun. Namun rangka atap baja ringan yang dipasang tersebut ambruk pada Februari 2014, sehingga gedung TK tidak bisa digunakan,” kata Kompol Herman seperti dikutip dari Tribratanews.com, Jumat, 10 Agustus 2018. 

Herman menjelaskan, proses penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi ini membutuhkan waktu cukup lama. Pasalnya, melibatkan banyak pihak mulai dari penelitian tim ahli dari Politeknik Semarang, Inspektorat Kabupaten Purbalingga hingga Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

“Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui adanya kesalahan prosedur atau penyimpangan dalam pemasangan atap bangunan sekolah dan memastikan adanya kerugian negara,” ujarnya.

Akibat peristiwa amburuknya atap gedung, kata Herman, mengakibatkan negara menderita kerugian sebesar Rp. 307,6 juta. Dari total kerugian, tersangka baru mengembalikan uang ke kas negara sebesar Rp. 8,7 juta. Dengan demikian, masih ada kerugian negara yang belum dikembalikan sebesar Rp. 298,8 juta.

Polisi telah melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut sejak 19 Februari 2014. Hingga akhirnya IS ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 2 ayat 1 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Tersangka IS beserta barang bukti kini telah diserahkan keKejaksaan Negeri (Kejari) Purbalingga untuk proses hukum lebih lanjut. Hal ini dilakukan karena berkas perkara yang dikirimkan penyidik kepolisian sudah dianggap lengkap oleh kejaksaan.

RZ

Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Tribratanews.com
KOMENTAR
500/500