Ilustrasi buronan. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Buronan Mantan Kacab BRI Pekanbaru Menyamar Jadi Pengusaha Mobil Bekas

Estimasi Baca:
Sabtu, 4 Ags 2018 13:05:08 WIB

Kriminologi.id - Mantan Kepala Cabang BRI Agro Pekanbaru berinisial SH, buronan tersangka kasus kredit fiktif senilai Rp 5,3 miliar menyamar jadi pengusaha mobil bekas di Medan, Sumatera Utara. 

Penyamaran buronan sebagai pedagang jual beli mobil bekas itu terungkap oleh tim Intel Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, di Medan, Sabtu, 4 Agustus 2018. 

SH ditangkap di kediamannya di Perumahan Johor Indah Permai Blok A Nomor 54, Lingkungan X, Kelurahan G Johor, Kecamatan Medan Johor, Rabu, 1 Agustus 2018, sekitar pukul 20.40 WIB.

"Saat diamankan, buronan tersebut tidak melakukan perlawanan dan langsung dibawa ke kantor Kejaksaan Tinggi Sumut," ujar Kasi Penkum Kejati Sumut Sumanggar Siagian, di Medan, Sabtu, 4 Agustus 2018.

Penangkapan terhadap tersangka itu, menurut dia, setelah ada informasi yang diberikan oleh Kejari Pekanbaru dan Kejati Riau bahwa SH adalah buronan institusi hukum tersebut, dan tidak pernah memenuhi panggilan penyidik sejak Desember 2017.

"Selanjutnya, Tim Intel Kejati Sumut menelusuri keberadaan tersangka dan terus memantau gerak-gerik buronan tersebut yang bersembunyi di Medan," ujar Sumanggar.

Sumanggar menambahkan, buronan tersebut dijemput oleh petugas dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, di Kejati Sumut, Kamis, 2 Agustus 2018, sekitar pukul 15.00 WIB.

"Kemudian, dibawa dengan mobil ke Bandara Kuala Namu, Kabupaten Deli Serdang dan berangkat menggunakan pesawat ke Pekanbaru," kata mantan Kasi Pidum Kejari Binjai itu pula.

Sebelumnya, tersangka SH merupakan buronan Kejari Pekanbaru dalam kasus pemberian kredit kepada 18 debitur Non-Performing Loan (NPL) pada tahun 2009 yang merugikan negara Rp 5,3 miliar.

Dalam kasus kredit fiktif itu, ada dua tersangka yakni berinisial JH mantan pegawai PTPN V dan telah meninggal dunia.

Pada kasus tersebut, BRI Agro Cabang Pekanbaru mengucurkan dana modal kerja guna pembiayaan dan pemeliharaan kebun sawit di Desa Pauh, Kecamatan Bonai Darussalam, Rokan Hulu senilai Rp 5,3 miliar.

Namun pada tahun 2015, muncul masalah dan ternyata lahan yang diagunkan seluas 54 hektare oleh 18 debitur atas nama Suhardi tidak bisa dikuasai pihak bank.

Selain itu, lahan tersebut masuk kawasan hutan negara, sehingga status tanah tidak dapat ditingkatkan menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM).

Bahkan, tersangka SH pada tahun 2012 mengundurkan diri dari Kepala Cabang BRI Agro Pekanbaru untuk menghilangkan jejak.

Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500