Dok. Chairuman Harahap. Foto: Antara

Chairuman Bantah Hadiri Pertemuan Rahasia Setnov-Andi Terkait E-KTP

Estimasi Baca:
Selasa, 7 Ags 2018 15:37:16 WIB

Kriminologi.id - Mantan Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap menyangkal telah menerima uang senilai 1,5 juta USD dalam kasus korupsi proyek e-KTP ini. Ia juga membantah hadir dalam pertemuan rahasia dengan sejumlah pengusaha pelaksana proyek e-KTP. 

"Saya tidak tahu itu barangnya uang ratusan ribu dolar itu uang miliaran yang katanya diberikan ke saya. Saya juga tidak tahu kapan ada pertemuan-pertemuan itu," katanya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Selasa, 7 Agustus 2018.

Namun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eva Yustisia mencecar Chairuman dengan mengonfirmasi pihak Irvanto soal aliran commitment fee yang dibagikan kepada Chairuman senilai 1,5 juta USD oleh Irvanto Hendra Pambudi Cahyo.

"Tapi terdakwa satu (IHP) bilang dia memberikan sendiri di ruang kerja omnya saat itu ada anda juga. Uang untuk anggota Komisi II kepada anda senilai 1,5 juta dolar kalau tidak salah kepada anda," ujar JPU KPK.

Jaksa meyakini uang tersebut diberikan saat pertemuan rahasia antara Setya Novanto, Andi Narogong dan Irvanto. Namun, Chairuman membantahnya meskipun Irvanto telah memberikan kode mengangguk membenarkan tuduhan JPU KPK.

"Tidak pernah. Ini kan banyak. Tapi saya pastikan saya tidak pernah," ujar Chairuman.

Menurut Eva, Chairuman pernah mengikuti beberapa pertemuan. Pertama, pertemuan di kantor milik Setya Novanto di Equity Tower. Dia pun membacakan beberapa fakta dalam dakwaan Irvanto dan Made Oka Masagung.

"Kalau begitu di pertemuan selanjutnya bagaimana. Di Equity Tower. Pada pertemuan itu dihadiri oleh pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, Paulus Tannos dan Johannes Marliem. Selain itu, dihadiri juga oleh Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Irman. Itu bagaimana?" tanya JPU.

Chairuman kembali membantah. Dia menilai tuduhan itu tidak bisa dipertanggungjawabkan karena waktu itu dia tengah memimpin rapat di DPR.

"Saya kan bekerja. Jadi tidak mungkin bertemu begitu saja. Saya sedang pimpin rapat waktu itu," ujar Chairuman.

Jaksa kembali membacakan nota dakwaan Chairuman. Dimulai dari pertemuan kedua, menurut jaksa, Chairuman pernah mengikuti pertemuan di Restoran Peacock, Hotel Sultan. Pertemuan itu dihadiri mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Diah Anggraini.

"Nah yang itu saya tidak ingat. Saya lupa. Tapi seingat saya tidak pernah," ujar Chairuman.

Mengkonfirmasi tuduhan tersebut, JPU KPK menanyakan kepada saksi lainnya Diah Anggraeni.

"Betul soal pertemuan di dua tempat tadi. Ada Pak Chairuman hadir?" tanya Eva kepada Diah.

Mantan sekjen Kemendagri tersebut lalu membenarkan ucapan JPU Eva.

"Seingat saya ada Pak Chairuman," kata Diah singkat.

JPU juga menanyakan hal yang sama pada Irvanto. Irvanto juga menbenarkannya. "Semua sudah saya sampaikan di dakwaan itu benar. Saya berani sumpah," ucap Irvanto.

Setelah beberapa kali dipertegas jaksa, Chairuman tetap membantah, sama seperti saat ia bersaksi dalam beberapa persidangan sebelumnya. Rencananya, jaksa akan menghadirkan mantan ajudan Chairuman.

"Waktu sidang lalu sudah dijelaskan sama Irman, saya tidak hadir. Ngapain pula saya hadir, cuma makan-makan doang," kata Chairuman.

Melihat gelagat Chairuman yang bersikeras mengaku bersih, JPU kemudian terdiam. "Sudah cukup Pak Hakim. Kami akan buktikan nanti," ucap Eva. 

Reporter: Dimeitri Marilyn
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500