Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat diwawancari soal penggeledahan Lapas Sukamiskin Bandung. Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

Dalami Suap DOKA, Penyidik KPK Geledah Kantor BPKS Aceh 

Estimasi Baca:
Jumat, 10 Ags 2018 21:55:33 WIB

Kriminologi.id - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi telah merampungkan penggeledahan kantor Badan Pengusahaan Kawasan Sabang atau BPKS Aceh. Penggeledahan tersebut dilakukan penyidik KPK terkait kasus dugaan suap Dana Otonomi Khusus Aceh yang menjerat Gubernur nonaktif Nangroe Aceh Darussalam Irwandi Yusuf.

"Penggeledahan dilakukan mulai 09.30 WIB hingga sore ini. KPK menyita dokumen terkait perkara DOKA dari Kantor BPKS Aceh," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat, 10 Agustus 2018.

Dari penggeledahan tersebut, tim KPK berhasil mendapatkan beberapa dokumem yang diamankan di Sabang, NAD. "Penyidik berhasil mengamankan beberapa berkas dan dokumen terkait pencairan DOKA," ujarnya.

Selain melakukan penggeledahan, menurut Febri, penyidik KPK juga memeriksa Bupati nonaktif Bener Meriah Ahmadi. Ahmadi yang juga tersangka dalam kasus ini diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan Irwandi.

"KPK mengonfirmasi pengetahuan saksi (Ahmadi) terkait dengan aliran dana untuk suap dalam perkara ini," kata Febri.

Dalam kasus ini KPK menetapkan empat tersangka, yakni Irwandi Yusuf dan dua pihak swasta bernama Hendri Yuzal dan Teuku Syaiful Bahri. Ketiganya ditetapkan tersangka sebagai pihak penerima suap dari tersangka Ahmadi.

Irwandi diduga menerima suap Rp 500 juta dari total fee Rp 1,5 miliar yang berasal dari Dana Otonomi Khusus Aceh. Uang suap yang diterima Irwandi diduga digunakan untuk membeli medali dan pakaian atlet dalam ajang Aceh International Marathon. 

Reporter: Dimeitri Marilyn
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500