Diah Anggraeni Diperiksa KPK, Dicecar soal Korupsi Kampus IPDN di Agam

Estimasi Baca :

Diah Anggraini saat akan menjalani persidangan, Foto: Walda Marison/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Diah Anggraini saat akan menjalani persidangan, Foto: Walda Marison/Kriminologi.id
Salah satu pengagas proyek pembangunan gedung Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Agam, Sumatera Barat, diketahui adalah Sekjen Kemendagri yang saat itu dijabat Diah Anggraeni.

Kriminologi.id - Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Sekjen Kemendagri) Diah Anggraeni kembali berurusan dengan KPK. Namun kali ini bukan dalam perkara e-KTP, melainkan dugaan korupsi pembangunan gedung Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Agam, Sumatera Barat.

Pembagunan pusat pendidikan di Agam tersebut masuk dalam rancangan program Kemendagri era Gamawan Fauzi. Salah satu pengagas proyek pembangunan tersebut diketahui adalah Sekjen Kemendagri yang saat itu dijabat Diah Anggraeni.

Penyidik KPK meminta keterangan Diah sebagai saksi untuk tersangka Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Sekretariat Jenderal Kemendagri Dudy Jocom.

"Saksi diperiksa untuk tersangka DJ. Kami akan mendalami bagaimana kasus ini terjadi mulai dari program perencanaan sampai terjadi penggelembungan," ujar Jubir KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa 17 April 2018.

Dudy telah ditetapkan sebagai tersangka pada Maret 2016, namun baru ditahan pada 22 Februari 2018. Kasus ini bermula dari penetapan tersangka Budi Rachmat Kurniawan pada 12 Maret 2016. Namun jauh sebelum kasus ini lahir ada indikasi 'main mata' antara Dudy Jocom dan Budi Rachmat Kurniawan.

Kedua pejabat tersebut menduduki posisi penting dalam proyek. Dudy pejabat pembuat komitmen di Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset Sekretariat Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tahun 2001. Sementara Budi Rachmat Kurniawan menjabat sebagai General Manager Divisi Gedung PT Hutama Karya (Persero).

Selain Diah, KPK juga memanggil dua saksi lainnya untuk tersangka Dudy, yakni dua PNS Kemendagri masing-masing Dony Ambadi dan Tri Adji Bawono.

"Selain itu kami memanggil Doni Ambadi dan Tri Adji Bawano untun DJ juga. Perlu kami sampaikan kasus ini masih kita proses untuk mendalami nilai kerugian negara secara keseluruhan dan cara melakukan pembagian fee," ucap Febri Diansyah.

Dalam kasus rasuah pembangunan Kampus IPDN Agam ini, negara dirugikan sekitar Rp 34 miliar dari total nilai proyek Rp 125 miliar.

Penyidik menjerat Dudy dengan Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. DM

Baca Selengkapnya

Home Hard News Korupsi Diah Anggraeni Diperiksa KPK, Dicecar soal Korupsi Kampus IPDN di Agam

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan tulis komentar kamu