Dok. Setya Novanto dan dr. Bimanesh Sutarjo. Foto: Kriminologi.id

Dirut RS Medika Ungkap Cara Bimanesh Siapkan Tim Dokter untuk Setnov

Estimasi Baca:
Senin, 16 Apr 2018 17:10:46 WIB

Kriminologi.id - Dokter Bimanesh Sutarjo disebut membentuk tim dokter spesialis Rumah Sakit Medika Permata Hijau untuk menangani terdakwa e-KTP Setya Novanto sesaat setelah mengalami kecelakaan di Permata Hijau. Hal itu diungkap Direktur RS Medika Permata Hijau, dokter Hafil Budianto Abdulgani yang menjadi saksi di persidangan dengan terdakwa Bimanesh Sutardjo. 

Hafil menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari para perawat dan dokter yang membuat laporan masuknya Setya Novanto, Bimanesh Sutarjo sudah menyiapkan tim untuk merawat Setya Novanto. Tim dokter itu terdiri dari ahli jantung, ahli darah, spesialis bedah, serta spesialis syaraf.

"Laporan dari semua perawat dan dokter. Bahwa seingat laporan dokter Alia, Bimanesh memberikan pengarahan akan ada apa gitu berurusan dengan Pak Setya Novanto," kata Hafil di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin, 16 April 2018.

Atas pengakuan tersebut, Jaksa KPK M. Takdir Suhan kemudian bertanya kapan Bimanesh menyiapkan tim dokter tersebut.

"Itu urusannya soal dokter yang merawat Pak Novanto? Nah itu sesudah apa sebelum kecelakaan?" tanya Takdir Suhan. 

Hafil mengaku lupa soal detail pengarahan tersebut. Namun dia memastikan bahwa topik pembicaraan Bimanesh dengan beberapa dokter di rumah sakit dan dirinya terkait perawatan Setya Novanto.

"Tapi yang jelas pembicaraan itu terkait persiapkan atau tidak dipersiapkan tim merawat Novanto. Saya lupa sebelum atau sesudah. Tapi saat dengar kabar kecelakaan," ucap Hafil.

Jaksa Takdir kemudian menanyakan beberapa nama tim medis yang ikut berkontribusi merawat mantan Ketua Umum Partai Golkar itu saat berada di RS Medika Permata Hijau tersebut. 

"Iya Pak Muhammad Toyyibi ahli jantung. Selain itu saya lupa persisnya siapa. Tapi yang jelas dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dokter spesialis bedah, serta dokter spesialis saraf," kata Hafil.

Hafil juga  ditanya oleh Jaksa terkait sikap dokter Michael Chia yang menolak Setya Novanto.

"Lalu penolakan dokter Michael Chia Cahaya dimasukan ke laporan data pasien juga? Reaksi anda bagaimana?" tanyanya.

Hafil mengatakan jika dirinya tidak bisa memaksa keputusan dokter Michael Chia. Dokter Alia menyampaikan penolakannya merawat Setnov melalui pesan singkat. Sebab, kala itu Hafil berada di Malaysia untuk mengikuti seminar kesehatan.

"Saya tidak memaksa. Tapi detailnya lewat laporan. Saya tidak di lokasi juga, sedang seminar kesehatan di Malaysia juga. Tapi semua laporan yang terjadi ditulis oleh perawat. Saya baca di situ juga," ucapnya.

Jaksa lalu menanyakkan fakta medis yang ditulis dalam laporan internal pasien di RS Medika Permata Hijau. Hafil menyebutkan beberapa laporan, salah satunya adalah pernyataan dokter Michael yang menolak merawat Novanto karena belum melihat kondisi pasien. 

Dalam surat dakwaan Bimanesh yang disusun Jaksa KPK, terdapat perbincangan intens antara dokter Bimanesh dengan dokter Alia untuk menghubungi dokter lainnya. Dua dokter yang dihubungi adalah Mohammad Toyibbi dan Joko Sanyoto untuk melakukan perawatan bersama terhadap Novanto. 

Kedua dokter itu sempat menolak ajakan Bimnaesh. Namun berkat lobi Bimanesh melalui dokter senior di rumah sakit tersebut, akhirnya Toyibbi dan Joko bersedia menjadi tim medis untuk Novanto. MG

Reporter: Dimeitri Marilyn
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500