Dok. Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan. Foto: Riyan

Dugaan Korupsi Rehabilitasi Sekolah di DKI Berawal Temuan Inspektorat

Estimasi Baca:
Jumat, 13 Jul 2018 19:45:25 WIB

Kriminologi.id - Hingga saat ini, tim penyidik Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya masih mendalami dugaan korupsi proyek rehabilitasi banyak sekolah di DKI Jakarta.

Direktur Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Adi Deriyan menjelaskan, dugaan korupsi yang ada pada proyek rehabilitasi 119 sekolah di DKI Jakarta tersebut berawal dari temuan pihak Inspektorat DKI Jakarta.

"Pada awalnya ada temuan dari Inspektorat DKI," ujar Adi di markas Polda Metro Jaya pada Jumat, 13 Juli 2018.

Adi menambahkan, temuan Inspektorat DKI tersebut memperlihatkan adanya ketidaksamaan antara pembangunan sekolah jika dibandingkan dengan perencanaan awal.

"Ada hal yang mungkin tidak sesuai dengan spesifikasinya. Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh kami agar bisa dilihat apakah memang temuan inspektorat itu ada indikasi tindak pidana korupsi," lanjut Adi.

Sebelumnya, penyidik Polda Metro Jaya menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi proyek rehabilitasi 119 bangunan sekolah di DKI Jakarta. Nilai anggaran rehabilitasi itu mencapai Rp 191 miliar.

"Penyidik telah menyelidiki untuk mengumpulkan mencari informasi dan alat bukti," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Kamis, 5 Juli 2018.

Argo mengatakan, penyidik telah memanggil sejumlah saksi guna diminta keterangan dan klarifikasi mengenai proyek rehabilitasi bangunan sekolah tersebut.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Bhakti Suhendarwan menyatakan bahwa penyidik telah menerbitkan surat perintah penyelidikan.

Bhkati mengungkapkan bahwa penyelidikan dugaan kasus tindak pidana korupsi itu berdasarkan laporan tipe A atau bukan laporan dari masyarakat.

Dalam waktu dekat, penyidik Polda Metro Jaya akan meminta keterangan dari pihak Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Penyidik membutuhkan keterangan atau klarifikasi dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta guna menelusuri ada atau tidak unsur pidana korupsi pada proyek rehabilitasi sekolah itu.

Dari klarifikasi dan keterangan sejumlah saksi itu kemudian penyidik kepolisian akan gelar perkara guna menentukan meningkatkan ke penyidikan atau tidak.

Polda Metro Jaya menelusuri dugaan korupsi proyek rehabilitasi berat 119 unit sekolah dari tingkat SD, SMP, dan SMA di Jakarta yang menggunakan APBD 2017.

Proyek rehabilitasi bangunan sekolah itu meliputi pagar, plafon, kusen, dan lainnya dengan total anggaran mencapai Rp 191 miliar.

Reporter: Erwin Maulana
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500