Eni Saragih saat di gedung KPK. Foto: Dimeitri Marilin/Kriminologi.id

Eni Harap Rp 700 Juta Jadi Pintu Masuk KPK Usut Aliran Dana ke Golkar

Estimasi Baca:
Jumat, 7 Sep 2018 21:05:45 WIB

Kriminologi.id - Mantan wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih membenarkan pemeriksaan penyidik KPK saat ini terkait dengan pengembalian uang senilai Rp 700 juta oleh salah satu kader Partai Golkar. Uang itu disinyalir berasal dari kasus PLTU Riau-1 yang konon disebut mengalir pada Munaslub Partai Golkar pada 2017 lalu.

"Ya tadi ada beberapa pertanyaan terkait apakah benar ada pengembalian uang dari salah satu pihak pengurus partai Golkar terkait kasus PLTU Riau-1. Jadi kami konfirmasi memang benar ada pengembalian uang tersebut," katanya usai diperiksa penyidik KPK, Jumat, 7 September 2018.

Menurut Eni, konfirmasi keterangannya itu sudah masuk dalam berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) miliknya hari ini. Dia mengaku senang dari informasi pengembalian uang senilai Rp 700 juta oleh salah satu kader Partai Golkar.

"Pengembalian dilakukan bukan hari ini. Kemarin atau lusa ya, dua hari lalu, tapi yang pasti dari pengembalian uang tersebut dengan nilai sekitar Rp 700 juta-an. Dan keterangan yang diberikan kemudian uang tersebut dilakukan penyitaan dan masuk ke dalam berkas perkara ini. Tentu saja KPK menghargai ketika ada sikap kooperatif dan keinginan untuk berikan keterangan," ujarnya.

Eni mengaku, walaupun sejauh ini baru dirinya saja yang terbuka atas kasus dugaan suap PLTU Riau-1. Namun, ia memastikan uang yang diberikan ke penyidik KPK bisa menjadi pintu masuk penyidik menyelidiki arus uang pembagian uang tersebut. 

"Meskipun sejauh ini artinya yang diakui sekitar Rp 700 jutaan dan dikembalikan kepada KPK. Ini akan jadi salah satu bukti penguat dalam konteks penyidikan KPK untuk menelusuri arus uang PLTU Riau-1, karena sebelumnya ada bukti keterangan ada penggunaan uang untuk kegiatan parpol," ucapnya.

Kepada wartawan Eni juga tanpa malu-malu lagi menyebut jika dirinya juga telah mengembalikan uang senilai Rp 500 juta kepada penyidik KPK. Namun ia memastikan pengembalian uang tersebut di luar pengembalian uang Rp 700 juta yang hari ini diungkap KPK.

"Beberapa waktu lalu EMS sudah mengembalikan Rp 500 juta. Dan mengaku penerimaan itu dan kami duga penerimaan 4,8 M," kata juru bicara KPK Febri Diansyah.

Sementara, Ketua KPK Agus Rahardjo berjanji akan mendalami sejumlah fakta yang sudah diungkapkan Eni Maulani. 

"Semua informasi sudah dicatat, dan pasti akan didalami. Memang dalam kasus ini dibutuhkan sikap kooperatif kepada pihak-pihak yang mungkin terlibat. Tapi tunggu saja kasus ini kan masih berjalan," ujar Agus Rahardjo.

Ikhwal fakta uang senilai Rp 700 juta ini terendus media berawal dari pengakuan Kepala Biro Humas KPK yang mengatakan sekira dua hari lalu ada kader Partai Golkar yang mengembalikan uang senilai Rp 700 juta ke Gedung KPK. 

Duit tersebut diduga kuat adalah bagian dari commitment fee dari proyek PLTU Riau-1. Proyek ini sendiri diketahui dicanangkan menelan 900 juta USD.

Diduga dana mengalir pada eks Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih Rp 4,8 Miliar dengan empat kali pemberian. Termasuk aliran duit senilai 1,5 juta USD kepada Idrus Marham. 

Reporter: Dimeitri Marilyn
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500