Dok. Anggota Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih. Foto: mpr.go.id

Eni Saragih Serahkan Bukti Aliran Dana Rp 2 Miliar ke Munaslub Golkar

Estimasi Baca:
Jumat, 31 Ags 2018 16:15:07 WIB

Kriminologi.id - Kuasa hukum mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih, Fadli Nasution  mengkalim kliennya memiliki bukti kuat soal aliran dana dari Johannes Budisutrisno Kotjo Rp 2 miliar ke Munaslub Golkar. Menurut Fadi, Eni telah menyerahkan bukti yang disebut sebagai 'Kartu AS' itu ke KPK.

"Iya Kartu AS kasus soal transaksi perbankan. Sudah diserahkan itu ke penyidik KPK," kata Fadli kepada Kriminologi.id di Jakarta, Jumat, 31 Agustus 2018.

Menurut Fadli, kliennya sudah menyerahkan bukti transaksi dana Johannes ke Munaslub Golkar kepada KPK pada pekan ini. Fadli mengatakan penyerahan bukti transaksi perbankan tersebut tak lain agar permohonan Eni menjadi Justice Collaborator diterima KPK.

"Klien kami dari awal menginginkan untuk kooperatif dalam kasus ini. Iya salah satunya itu (Justice Collaborator) akan diajukan. Semoga JC diterima," ucap Fadli.

Meski demikian, Fadli enggan menyebut berapa besar duit dari Johannes ke Munaslub Golkar. Dia mengklaim informasi itu sudah beredar luas di tengah masyarakat.

"Totalnya kan di media itu banyak (informasinya). Saya enggak mau menyebut pastinya. Tapi memang ada transaksi perbankan ke Munaslub tersebut," ucap Fadli.

Usai diperiksa KPK pada Rabu, 29 Agustus 2018 lalu, Eni juga sempat mengungkapkan adanya aliran dana Rp 2 miliar dari pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo ke Munaslub Golkar pada akhir Desember 2017. Eni mengatakan, saat pelaksanaan Munaslub, dirinya bertugas sebagai bendahara.

"Saya sudah jawab semua. Soal itu. Kan saya bendahara Munaslub juga. Jadi sudah saya sampaikan (uang Rp 2 miliar)," ucap Eni.

Keterangan Eni ini dibantah Ketua DPP Partai Golkar TB Ace Hasan Syadzily yang menyebut biaya Munaslub ditanggung oleh internal partai.

"Saya tegaskan dalam pembiayaan Munaslub 2017 lalu tidak ada uang yang aneh-aneh. Semua dibiayai dari iuran anggota Fraksi Golkar yang berikan sumbangan penyelenggaraan Munaslub. Tidak seperti yang dikatakan tersangka kasus korupsi proyek PLTU Riau-1 Eni Maulani Saragih," kata Ace melalui keterangan tertulisnya kepada media di Jakarta, Kamis, 30 Agustus 2018.

Menurut dia, partainya memiliki uang kas yang cukup untuk menyelenggarakan Munaslub. "Saya kira tidak benar kalau biaya penyelenggaraan Munaslub 2017 itu berasal dari uang suap yang diperoleh Bu Eni. Kita harus tahu bahwa penyelenggaraan itu dibagi dua, ada SC dan OC.

Kalau dalam pemberitaan dibilang uang suap itu dipergunakan SC untuk penginapan dan konsumsi itu salah besar, itu kan adanya di OC bukan di SC," jelas Ace.

Oleh karena itu, Ace mengatakan Partai Golkar secara tegas membantah pengakuan Eni Saragih itu. Ace menilai apa yang dikatakan Eni adalah pernyataan sepihak yang tidak memiliki dasar dan bukti apapun. Hal ini, kata dia, sudah dikonfirmasi kepada panitia Munaslub.

"Kami telah konfirmasi kepada Ketua OC Munaslub, Pak Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Pak Ibnu Munzir sebagai Ketua SC, bahwa keduanya tidak pernah mendapatkan uang sepeserpun dari Eni," ujarnya.

 

Reporter: Dimeitri Marilyn
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Nula
KOMENTAR
500/500