Anggota Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih Gresik, Jawa Timur. Foto: mpr.go.id

Fakta-fakta di Balik OTT Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Saragih

Estimasi Baca:
Sabtu, 14 Jul 2018 08:05:52 WIB

Kriminologi.id - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Eni diciduk KPK tidak sendirian.

Dirinya bersama staf ahli dan sopirnya, serta pihak swasta yang ikut diamankan KPK, yang totalnya sembilan. 

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan Eni ditangkap di rumah dinas menteri saat ini. Sedangkan Maman Abdurrahman, Wakil Sekjen Partai Golkar menyebutkan kalau ES, koleganya itu dijemput KPK saat menghadiri perayaan ulang tahun putri bungsu Menteri Sosial Idrus Marham, di rumah dinas Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan. 

Kriminologi.id merangkum fakta-fakta di balik penangkapan Eni Saragih. 

1. Eni Diciduk Penyidik dari Rumah Dinas Mensos    

Penangkapan Eni Saragih oleh 12 petugas Komisi Pemberantasan Korupsi yang seluruhnya mengenakan baju batik tanpa rompi yang biasanya digunakan saat melakukan penangkapan.

Eni diambil oleh penyidik setelah menunjukkan Sprindik kepada anggota DPR dari Fraksi Golkar itu saat hadir di rumah Menteri Sosial Idrus Marham. 

Idrus merupakan mantan sekjen Partai Golkar, kolega Eni. Usai membaca surat dari penyidik, Eni akhirnya pamit dan meninggalkan kediaman Idrus. Maman Abdurrahman menyebut Eni meninggalkan rumah Idrus pukul 15.15 WIB. Eni datang ke acara tersebut pukul 14.00 WIB. 

Salah seorang saksi di rumah Idrus menyatakan dirinya melihat seorang ibu-ibu tamu di acara itu keluar meninggalkan rumah bersama 12 orang. "Iya ada sekitar 12 orang tadi datang ke sini. Membawa salah satu tamu ibu-ibu," kata saksi tersebut, Jumat, 13 Juli 2018.

2. Gerak-gerik Eni Sudah Dipantau Lama 

Penyidik KPK sudah melakukan pemantauan secara intensif terhadap pergerakan yang dilakukan Eni Saragih. Wakil Ketua Komisi VII itu gerakannya sudah di bawah pengawasan KPK sebelum terjaring OTT. 

Tim mendapatkan tugas khusus untuk melakukan pemantauan terhadap sembilan orang di hari Jumat, 13 Juli 2018. Alasannya, memang terkonfirmasi ada dugaan transaksi terjadi antara pihak swasta dengan penyelenggara negara di wilayah Jakarta. 

Salah satu yang menjadi sasaran adalah Eni Saragih yang langkah kakinya terekam menuju kediaman Menteri Sosial Idrus Marham. 

"Tadi setelah kami ikuti, ada salah satu pihak yang berada di rumah tersebut. Jadi, kami amankan di sana dan kami bawa ke kantor KPK, lokasinya kebetulan ada di sana. Tentu saja setelah kami memastikan bahwa orang yang diduga terlibat dari perkara yang kami tangani ini adalah salah satu yang kami bawa ke KPK," katanya.

3. Direskrimsus Polda Metro Jaya Muncul di Lokasi

Malam harinya, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Adi Deriyan Jayamarta muncul di kedaiaman Idrus Marham. Kehadiran perwira menengah Polda Metro Jaya itu tak berlangsung lama. 

Adi datang ke rumah Idrus Marham tidak menggunakan pakaian dinas. Sekitar pukul 20.30 WIB Adi Deriyan tiba dan langsung masuk ke dalam rumah. Tak diketahui benar maksud kedatangan Adi Deriyan. 

Sebab, kunjungan yang dilakulan Adi hanya sebentar, yakni tak sampai satu jam. Hanya saja, dirinya sama sekali tidak berkomentar banyak saat ditanya wartawan soal kedatangannya itu. 

"Enggak ada apa-apa. Hanya pantau-pantau saja," kata Adi yang langsung masuk mobil dinasnya.

4. Uang Tunai Rp 500 Juta Jadi Bukti 

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, dalam gelaran operasi tangkap tangan (OTT) KPK tim satgas berhasil mengamankan Wakil Ketua Komisi VII DPR dan delapan orang lainnya. Kedelapan orang tersebut berasal dari berbagai unsur swasta termasuk pihak penyuap.

"Dalam OTT kali ini satgas berhasil mengamankan delapan orang. Salah satunya anggota DPR Komisi VII berinisial ES dan pihak swasta," katanya.

Selain mengamankan delapan pihak tersebut, satgas KPK juga berhasil mengamankan barang bukti senilai Rp 500 juta. Uang tersebut diduga kuat adalah barang bukti dari pengamanan sejumlah proyek di Komisi VII DPR.

"Untuk barang bukti misal yang kita peroleh kan uang Rp 500 juta," tutur Febri Diansyah.

Sebagai informasi perkara yang melatarbelakangi OTT yang dilakukan Jumat Sore berkaitan dengan tugas Eni di Komisi VII DPR. Eni dianggap memiliki pengaruh untuk mendahulukan proyek mana yang akan dikerjakan terkait ruang lingkup kerja Komisi VII di bidang energi, riset dan teknologi dan lingkungan hidup.

Sebab, Eni merupakan Wakil Ketua Komisi VII dari Fraksi Golkar.

Infografik Fakta dibalik KPK OTT Eni Saragih. Infografik: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Reporter: Dimeitri Marilyn
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500