Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

Hakim Merry Bantah Terima Suap, KPK: Banyak yang Nyangkal Pakai Sumpah

Estimasi Baca:
Rabu, 5 Sep 2018 16:25:38 WIB

Kriminologi.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak mempermasalahkan pernyataan hakim Merry Purba yang menyangkal telah menerima suap terkait perkara yang diputusnya. KPK biasa menerima penyangkalan seperti itu.

"Selama KPK bekerja, kami sering menghadapi penyangkalan-penyangkalan baik yang disertai sumpah dengan agama masing-masing atau tidak, namun banyak juga yang mengakui perbuatannya," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Rabu, 5 September 2018.

KPK sebelumnya menetapkan Merry Purba sebagai tersangka penerima suap terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Pengadilan Negeri Medan. Selain Merry, KPK juga menetapkan tersangka terhadap panitera pengganti Helpandi, dan dua orang swasta yaitu Tamin Sukardi dan Hadi Setiawan.

Terkait penyangkalan Merry, Febri mengatakan, KPK memegang bukti yang kuat untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka. Namun jika tersangka memiliki informasi lain dipersilakan menyampaikan kepada penyidik.

"Yang terpenting bagi KPK adalah tetap menangani kasus-kasus korupsi secara hati-hati dengan bukti yang kuat. Jika memang tersangka MP memiliki informasi tentang pelaku lain, silakan disampaikan pada penyidik," ujar Febri.

Sebelumnya, Merry menyangkal menerima suap. Hakim ad hoc Tipikor di PN Medan itu merasa telah dikobankan karena telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

"Beberapa hari di sini, saya dapat pencerahan, terus terang saya merasa dikorbankan dalam perkara ini, sebelumnya saya mohon maaf kepada Ketua MA mungkin saya sudah dipecat," kata Merry usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK.

Merry menyangkal sebagai pihak yang terjaring OTT. Menurut Merry OTT tersebut dilakukan terhadap panitera pengganti Helpandi, bukan terhadap dirinya.

"Yang OTT itu adalah panitera, saya tidak tahu informasi bagaimana jumlah uang katanya ada sama panitera. Kemudian katanya ada lagi diterima atau digeledah barang bukti dari meja saya tetapi secara jujur saya katakan saya tidak pernah melakukan apapun yang dikaitkan dengan perkara yang saya tangani," bantah Merry.

Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500