Mantan Mensos Idrus Marham menjalani pemeriksaan perdana di KPK. Foto: Dimeyri Marilin

Idrus Marham Ditahan, KPK: Syarat dan Alat Bukti Sudah Cukup

Estimasi Baca:
Jumat, 31 Ags 2018 18:40:45 WIB

Kriminologi.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan untuk menahan Idrus Marham terkait kasus suap proyek PLTU Riau-1. Menurut KPK, penahanan mantan Menteri Sosial ini sudah memenuhi syarat dan adanya alat bukti yang cukup.

"Sesuai Pasal 21 KUHAP yaitu alasan objektif dan subjektif serta dugaan keras melakukan tindak pidana sudah terpenuhi maka penyidik melakukan penahanan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Jumat, 31 Agustus 2018.

KPK hari ini memeriksa Idrus sebagai tersangka kasus suap PLTU Riau-1. Setelah diperiksa sejak siang hari, sekitar pukul 18.00 WIB, Idrus keluar dari gedung KPK dengan rompi oranye khas tahanan KPK.

KPK sebelumnya telah menetapkan Idrus sebagai tersangka terkait kasus tersebut pada Jumat, 24 Agustus 2018.

Mantan Sekjen Partai Golkar itu diduga bersama-sama dengan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih yang diduga telah menerima hadiah atau janji dari Johanes Budisutrisno Kotjo pemegang saham Blakgold Natural Resources Limited terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau I.

Idrus diduga mengetahui dan memiliki andil terkait penerimaan uang dari Eni dari Johanes, yaitu pada November-Desember 2017 Eni menerima Rp 4 miliar sedangkan pada Maret dan Juni 2018 Eni menerima Rp 2,25 miliar.

Idrus disangkakan pasal 12 ayat (1) huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau pasal 56 ke-2 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Reporter: Dimeitri Marilyn
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500