Deisti Astriani Tagor, istri ketua DPR Setya Novanto. Foto: Antara

Istri Setnov Benarkan PT Mondialindo dan Mukarabi Satu Kepemilikan

Estimasi Baca:
Selasa, 4 Sep 2018 16:35:56 WIB

Kriminologi.id - Istri Setya Novanto atau Setnov, Deisti Astriani Tagor menjadi saksi kasus dugaan korupsi untuk keponakan suaminya Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan Made Oka Masagung. Saat menjadi saksi untuk Irvanto, Deisti mengaku kepemilikan saham Mondialindo dan Murakabi satu Kepemilikan. 

Hal itu disampaikan Deisti saat menjadi saksi untuk Irvanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Selasa, 4 September 2018.

Informasi ini bermula saat Jaksa Penuntut Umum KPK Eva Yustisia yang menanyakan hubungan antara PT Mondailindo dengan Murakabi Sejahtera.

"Memang benar kalau Mondailindo itu anak perusahaan dari Murakabi Sejahtera," tanya JPU Eva Yustisia.

Deisti pun membenarkan pernyataan JPU tersebut. "Iya satu Kepemilikan saham. Tapi Mondailindo itu justru perusahaan utama. Anak perusahaan itu Murakabi," sanggah Deisti.

Eva kemudian menanyakan kembali kepada Deisti perihal jabatannya selaku Komisaris dan pemegang saham PT Mondailindo. "Kalau ibu di Mondialindo itu sebagai komisaris dan pemegang saham. Bisa dijelaskan job desk apa saja yang ibu lakukan?" tanya JPU Eva.

Di sini keganjilan pun muncul, Deisti mengaku tidak pernah mengetahui seputar kegiatan kantor yang dimilikinya tersebut.

"Saya hanya dimasukan ke dalam susunan direksi tapi saya tidak bekerja seperti pemegang saham perusahaan lainnya. Bahkan rapat saja tidak saya lakukan," ucap Deisti.

Ia menambahkan, saat menjadi komisaris atau pejabat di Mondialindo tidak berlangsung lama hanya satu tahun. Menurut Deisti permintaan keluarnya itu lantaran dia tidak pernah tahu detail dari kegiatan dan fungsinya di dalam perusahaan. 

" Saya tidak lama di sana. Lebih lama hanya setahun. Saya lalu meminta keluar. Jadi saya tidak tahu kegiatannya apa dan fungsi saya di kantor tersebut," ujar Deisti.

JPU juga meminta Deisti untuk menceritakan awal mula dirinya menjadi Komisaris PT Mondailindo. Termasuk pertemuannya dengan seseorang temen lama bernama Heru Taher.

"Awalnya teman lama Novanto, Heru Taher datang ke kediamannya. Heru menawarkan agar Deisti menjadi komisaris di PT Mondialindo," ucap Deisti.

Kendati sebagai komisaris, namun Heru Taher tetap memegang kendali banyak pada perusahaan tersebut. Ia mengakui sudah hilang minat pada kepemilikan Mondailindo sejak setahun lalu saat ditawarkan Heru Taher.

"Iya sudah. Itu saya sudah tidak bekerja lagi tapi saya sempat diminta oleh Heru Taher untuk aktif berkegiatan di perusahaan itu. Dan diminta datang beberapa kali ke kantor di Menara Imperium, Kuningan," tutur Deisti.

Akan tetapi di muka persidangan, Deisti mengaku tidak bisa memenuhi permintaan Heru Taher yang kini telah almarhum.

"Tak lama dia suruh saya aktif. Saya bilang enggak bisa. Waktu itu saya bilang ke Pak Novanto saya disuruh aktif, tapi saya keberatan," kata Deisti.

JPU kemudian mengonfirmasi terkait adanya perbedaan penjelasan antara di pengadilan dan dakwaan. Salah satunya adalah Deisti mengetahui PT Mondialindo adalah salah satu pemilik saham PT Murakabi Sejahtera. 

Namun, dalam persidangan Deisti mengaku tidak mengetahui bahwa keponakan Novanto, Irvanto Hendra Pambudi, menjadi direktur di PT Murakabi.

"Saya rasa itu perusahaan benar tapi saya enggak pernah tahu Irvan di Murakabi," kata Deisti.

Menanggapi pernyataan Deisti tersebut, JPU KPK kemudian menanyakan ulang kepada Deisti. 

"Tapi dalam kesaksian anda, dalam dakwaan anda sudah tahu kalau keponakan suami anda adalah Dirut PT Murakabi," ujar JPU.

Deisti kemudian menjawabnya dengan kata tidak ingat. "Iya maaf saya tidak ingat," tutur Deisti.

Diketahui jika PT Murakabi pernah menjadi salah satu konsorsium peserta lelang proyek e-KTP. PT Murakabi Sejahtera dan PT Mondialindo sama-sama berkantor di Lantai 27 Gedung Menara Imperium, Kuningan, Jakarta.

Dalam persidangan diketahui putra Novanto, Rheza Herwindo memiliki saham di PT Mondialindo, selain istri Novanto, Deisti Astriani Tagor.

Sementara itu, putri Novanto, Dwinna Michaela, diketahui juga memiliki saham di PT Murakabi bersama keponakan Novanto, Irvanto Hendra Pambudi. 

PT Murakabi diketahui sebagai salah satu peserta lelang proyek e-KTP di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Walau tidak lolos pada seleksi tahap kedua, namun Irvanto tetap dilibatkan sebagai kurir fee milik Setya Novanto dengan bantuan tangan kanan Setnov, Made Oka Masagung. 

Reporter: Dimeitri Marilyn
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500