Jaksa Agung: Kita Bikin Koruptor Tak Tidur Nyenyak

Estimasi Baca :

Jaksa Agung M Prasetyo mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Foto: Antara - Kriminologi.id
Jaksa Agung M Prasetyo mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Foto: Antara

Kriminologi.id - Jaksa Agung HM Prasetyo menegaskan tidak ada tempat yang aman bagi buronan korupsi untuk bersembunyi dan pihaknya akan terus memburu. Menurut Prasetyo pihaknya akan memburu tersangka korupsi tersebut hingga tidak tidur nyenyak.

"Kita akan cari terus, kita berikan pesan pada mereka bahwa tidak ada tempat yang aman bagi para buron ini. Mereka tidak akan tidur nyenyak," katanya seusai acara pembukaan Pekan Olahraga (POR) Hari Bhakti Adhyaksa ke-58 di Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018.

Prasetyo menegaskan, setelah seorang tersangka ditangkap, pihaknya akan terus mengawal hingga putusan pengadilan sampai telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah. Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan mengejar pembayaran uang denda dan uang pengganti serta ingin memaksimalkan pemulihan atas kerugian negara.

"Suka atau tidak, mau atau tidak, mereka harus bayar kalau tidak kita sita barangnya, kita bisa minta diganti dengan hukuman kurungan pengganti tinggal pilih saja," katanya.

Seperti diketahui kejaksaan memiliki program Tabur 31.1 atau lebih dikenal dengan program tangkap buronan oleh 31 kejaksaan tinggi dan setiap bulannya menangkap 1 buronan.

Sebelumnya, Kejaksaan mengamankan buronan korupsi pengelolaan jalan Tol Lingkar Luar Jakarta Seksi Pondok Pinang-Jagorawi (JORR) Pondok Pinang-TMII senilai Rp 1,05 triliun, Thamrin Tanjung.

Thamrin Tanjung diamankan di Cilandak Town Square (Citos) Jakarta Selatan pada Selasa, 10 Juli 2018 pukul 21.50 WIB.

Pelaksanaan eksekusi terhadap Thamrin Tanjung itu sesuai dengan putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor : 720K/Pid/2001 Tanggal 11 Oktober 2001.

Thamrin Tanjung merupakan terpidana dalam kasus tindak pidana korupsi dalam penerbitan CP-MTN PT Hutama Karya dengan nilai Rp 1,05 triliun dan 471.000.000 dolar AS yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah).

Terpidana dikenakan hukuman pidana penjara selama dua tahun, pidana denda Rp 25 juta subsidair enam bulan penjara dan uang pengganti sebesar Rp 8 miliar. DM

Baca Selengkapnya

Home Hard News Korupsi Jaksa Agung: Kita Bikin Koruptor Tak Tidur Nyenyak

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu