Setya Novanto dan istri, Deisti Astriani Tagor. Foto: Ist/Kriminologi.id

Jaksa KPK Cecar Deisti Soal Transfer Jutaan Dolar Setnov ke Made Oka

Estimasi Baca:
Selasa, 4 Sep 2018 20:10:43 WIB

Kriminologi.id - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi mencecar istri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor terkait adanya transfer jutaan dolar suaminya ke teman dekatnya yang juga pengusaha Made Oka Masagung. 

JPU KPK Abdul Basir membacakan perihal kesepakatan antara pengusaha konsorsium proyek e-KTP pada 14 Juni 2012 terkait pembagian fee untuk Setya Novanto yang akan dikelola Made Oka Masagung.

Fakta persidangan ini diungkapkan JPU KPK pada Selasa, 4 September 2018 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Selasa, 4 September 2018. Mulanya JPU membacakan mengenai Made Oka dianggap menyalahgunakan kedudukannya sebagai pemilik OEM Investment Pte.Ltd menerima fee sejumlah 1,8 juta USD.

JPU juga menyebut jika uang tersebut berasal dari Johannes Marliem, salah satu penyedia produk biometrik merek L-1 melalui rekening OEM Investment, Pte. Ltd pada OCBC Center Branch Nomor Rekening 501029938301 dengan underlying transaction "software development final payment."

"Mengenai fakta tersebut apakah anda tahu bahwa suami anda ada perintah ke bapak terdakwa kedua yakni Made Oka Masagung," tanya JPU Abdul Basir.

Namun, Deisti mengaku tidak tahu soal transfer tersebut. Sebagai istri, ia mengaku, tidak pernah mencampuri urusan suaminya. 

"Maaf saya tidak tahu. Betul tidak tahu. Saya tidak pernah mencampuri urusan suami," katanya.

JPU Abdul lantas membacakan lagi adanya transaksi pada 10 Desember 2012. Yakni, Made Oka kembali menerima uang fee untuk Setya Novanto dari Direktur Utama PT Quadra Solutions Anang Sugiana Sudihardjo sejumlah 2 juta dolar AS. Anang telah menjadi terpidana kasus e-KTP juga.

"Kalau untuk transaksi tanggal 10 Desember 2012, Ibu tahu? Soal Penyerahan melalui rekening pada Bank DBS Singapura Nomor 0003-007277-01-6-022 atas nama Delta Energy Pte.Ltd yang juga merupakan perusahaan milik Made Oka?" tanya JPU.

Deisti kembali mengaku tidak mengetahui transaksi tersebut. "Saya juga tidak tahu. Saya tidak paham soal itu," ujarnya.

JPU lalu membacakan dakwaan milik Irvanto dan Made Oka perihal transaksi disamarkan dengan perjanjian penjualan saham sebanyak 100 ribu lembar milik Delta Energy di Neuraltus Pharmaceutical Incorporation, suatu perusahaan yang berdiri berdasarkan hukum negara bagian Delaware, Amerika Serikat.

"Adanya fakta terkait Made Oka juga mengirimkan sebagian uang dari Johannes Marliem kepada keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi, melalui rekening milik Muda Ikhsan Harahap di Bank DBS Nomor Rekening 017-4-090023 sejumlah 315,000 dollar AS," ujar JPU.

Abdul Basir kemudian membacakan konklusi terkait fakta persidangan transaksi tersebut. Mulai dari Made Oka Masagung dan Irvanto. Keduanya dianggap turut pembantu Setya Novanto dalam menerima fee sejumlah 7,3 juta USD. 

Reporter: Dimeitri Marilyn
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500