Jejak Perusahan Setya Novanto dan Kebijakan Nyeleneh Marianus Sae

Estimasi Baca : 4 Menit

Ilustrasi Kolase Marianus dan Setya Novanto. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Ilustrasi Kolase Marianus dan Setya Novanto. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Kriminologi.id - Perusahan milik Setya Novanto, PT Laki Tangguh Indonesia terseret dalam pusaran kasus suap Bupati Ngada, Marianus Sae yang menjadi tersangka di Komisi Pemberantasan Korupsi. 

KPK menyatakan akan menelusuri kebijakan nyeleneh Marianus pada tahun 2010 yang salah satunya adalah menerbitkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) untuk PT Laki Tangguh Indonesia, sebuah perusahan yang bergerak dalam pengolahan biji besi.

Keganjilan penerbitan izin bagi PT Laki Tangguh Indonesia pernah dilaporkan Forum Pemuda Peduli Keadilan dan Perdamaian Nusa Tenggara Timur (Formadda NTT) pada 20 September 2013 ke Bareskrim Polri.

Formadda melaporkan Marianus dan Direktur Utama PT Laki Tangguh Indonesia, Muhammad Ansor ke Bareskrim dengan tuduhan memanipulasi IUP, lokasi dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan atau Amdal eksplorasi biji besi.

Penelusuran Kriminologi di minerba.esdm.go.id, PT Laki Tangguh Indonesia beralamat di Menara Imperium Lt. 27 Suite A Jl. Hr. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan.

Namun dalam jajaran direksi, tak ada satupun nama yang tertera. Hampir semua data belum diisi. Sedangkan Muhammad Ansor, yang disebut sebagai Dirut PT Laki Tangguh Indonesia sendiri tercatat sebagai Ketua Yayasan Novanto Centre, yang beralamat di Jalan R.W. Monginsidi Raya Nomor 6 Kupang, NTT.

Baca: KPK Usut Izin Tambang Perusahaan Setya Novanto dari Marianus Sae

Pastor Alsis Goa Wonga OFM, Koordinator Justice, Peace, and Integration of Creation (JPIC)-OFM untuk Flores, NTT mengatakan keterkaitan PT Laki Tangguh Indonesia dengan Setya Novanto bukan isapan jempol belaka.

Novanto Center, lembaga milik Setya Novanto di Kupang juga disebut membagikan traktor kepada warga di desa yang menolak operasional tambang. 

"Mereka (PT Laki Tangguh Indonesia) memberikan bantuan berupa traktor kepada warga, ternyata dari Novanto Center. Indikasinya memang PT ini erat dengan Novanto Center," kata Pastor Alsis dalam percakapan telepon dengan Kriminologi, 13 Februari 2018.

JPIC-OFM dan Formadda NTT diketahui selama ini berjuang untuk menuntaskan kasus tersebut. JPIC-OFM merupakan sebuah lembaga advokasi ekologi milik Ordo Fratrum Minorum (OFM), sebuah ordo keagamaan Katolik.

Baca: Bupati Ngada Marianus Dibekali Kartu ATM Atas Nama Penyuap Sejak 2015

Dalam temuan Formadda, kata Pastor Alsis, terdapat manipulasi waktu dalam IUP yang dikeluarkan Marianus. Sebab berdasarkan surat permohonan IUP Eksplorasi Bijih Besi oleh PT. Laki Tangguh Indonesia kepada Pemda Ngada bernomor 011/LTI/IV/2011, tercatat tanggal 12 April 2011. Sementara Marianus mengeluarkan IUP Eksplorasi Bijih Besi kepada PT Laki Tangguh Indonesia nomor 82/KEP/DESDM/2010 pada tanggal 25 Oktober 2010.

"Jadi ada manipulasi waktu. Itu yg terlihat, ada perbedaan waktu," kata Pastor Alsis.

Selain manipulasi waktu, kata Pastor Alsis, Marianus juga memanipulasi lokasi tambang kepada PT Laki Tangguh Indonesia. Dalam SK Bupati Ngada tentang IUP Eksplorasi, lokasi pertambangan terdiri atas dua blok, yakni blok 1 di desa Sambinasi Kecamatan Riung dan blok 2 di desa Lengkosambi, Kecamatan Bajawa.

Namun faktanya, kata Pastor Alsis, lokasi blok 1 bukan di desa Sambinasi, melainkan di desa Latung, Kecamatan Riung. Sedangkan blok 2 terletak di desa Lengkosambi, kecamatan Riung, bukan di Kecamatan Bajawa.

Baca: Jejak Marianus Sae, dari Blokir Bandara Hingga Terjaring OTT KPK

Temuan ketiga yang dilaporkan Formadda adalah tidak adanya kajian AMDAL sebelum melakukan aktivitas pertambangan. Pastor Alsis mengatakan hampir sebagian besar lokasi pertambangan bijih besi ini berada di kawasan Hutan Lindung (HL) RTK 142 dengan SK Penunjukkan Menteri Kehutanan Nomor 89/Kpts/-II/1983 tanggal 2 Desember 1983 dan Kawasan CA Taman Wisata Alam Taman Laut 17 Pulau Riung dengan SK Penunjukkan tanggal 15 Juni 1999.

JPIC-OFM dan Formadda, kata Pastor Alsis, sudah mengirimkan surat bersama kepada Bareskrim Polri. Namun, hingga kini belum ada kelanjutan ataupun perkembangan laporan Formadda 5 tahun silam.

"Sudah ada laporan ke Bareskrim Polri bahkan demo tapi belum ada repson dari kepolisian," ujarnya.

Sebelumnya dugaan manipulasi izin PT Laki Tangguh Indonesia diungkap Jaringan Advokasi Tambang (Jatam). Jatam menduga ada manipulasi dalam penerbitan izin perusahaan tambang bijih besi itu.

Jatam menyebut, izin pertambangan itu keluar sebelum proses pengajuan. Luas konsesi lahan milik perusahaan Setya Novanto itu mencapai 28.291 hektare. "Selain itu, indikasi pelanggaran lainnya adalah permohonan IUP yang tidak logis, kesalahan lokasi pertambangan serta absennya kajian AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan)," kata Koordinator Kampenye Jatam, Melky Nahar dalam keterangan tertulis yang diterima Kriminologi.

Baca: Halangi Pesawat Mendarat, 23 Satpol PP Divonis Penjara

Menurut Melky, selain memberi IUP ke perusahan milik Setya Novanto, Marianus juga pernah menerbitkan empat surat izin pertambangan dan perkebunan yang patut dicurigai.

Di antaranya, surat izin lokasi kepada perusahaan perkebunan kemiri Reutealis Trisperma, PT Bumiampo Investama Sejahtera yang merupakan anak perusahaan dari PT Bahtera Hijau Lestari Indonesia, pada 2011. Izin yang dikeluarkan Marianus adalah untuk lahan seluas 30.000 hektare. RZ

Baca Selengkapnya

Home Hard News Korupsi Jejak Perusahan Setya Novanto dan Kebijakan Nyeleneh Marianus Sae

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan tulis komentar kamu