Dok. Jero Wacik. Foto: Rimanews

Jero Wacik Stres di Lapas Sukamiskin, Berat Badan Turun Delapan Kg

Estimasi Baca:
Senin, 6 Ags 2018 23:05:19 WIB

Kriminologi.id - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral era Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono, Jero Wacik mengaku mengalami penurunan bobot tubuh sekitar delapan kilogram selama di penjara di Lembaga Masyarakat (Lapas) Sukamiskin sejak empat tahun lalu. Penurunan bobot tubuh tersebut karena asupan makanan yang diterimanya tidak seenak saat berada di luar jeruji besi.

"Saya selama di Lapas stress sekali. Makanannya juga tidak bergizi. Jadi saya jadi kurusan turun delapan kilogram," kata terpidana kasus korupsi Dana Operasional Menteri (DOM) tersebut usai sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Senin, 6 Agustus 2018.

Selain turun delapan kilogram, Jero juga mengaku tidak mendapatkan sama sekali fasilitas khusus seperti yang terungkap dalam kasus Operasi Tangkap Tangan KPK beberapa waktu lalu. Yakni secara terang-terangan mantan Kepala Lapas Wahid Husen menerapkan harga tarif kamar di Lapas seharga Rp 200-Rp 300 juta di luar fasilitas tambahan lainnya seperti water hitter maupun tambahan daya listrik.

"Iya, saya juga pernah menyampaikan kalau saya kenal Kapasnya, tapi saya pakai sel ruangan napi lainnya. Pakai kasur lipat dan dihuni beberapa orang. Enggak eksklusif dan sendiri-sendiri," ucap Jero Wacik.

Guna mengisi waktu luang, ia mengaku sering membaca buku, surat kabar dan menonton televisi jika berada di ruang tengah Lapas Sukamiskin. Terutama saat jam makan telah tiba. Jero juga mengaku lebih religius di dalam Lapas.

"Kegiatan saya biasa hanya membaca. Apa saja buku dan koran saya baca semua. Saya juga lebih dekat dengan penciptaan. Merenungi semuanya kenapa saya begini," ujar Jero Wacik.

Sebelumnya mantan Menteri Pariwisata dan Kebudayaan era SBY itu telah divonis empat tahun penjara di pengadilan pertama alias pengadilan Tipikor. Di tingkat kasasi, Mahkamah Agung (MA) memperberat hukuman Jero menjadi delapan tahun penjara.

Reporter: Dimeitri Marilyn
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500